10 Kebiasaan Finansial yang Diam-diam Bikin Orang Cepat Kaya

AKURAT.CO Banyak orang berpikir kunci kebebasan finansial adalah memiliki penghasilan tinggi. Padahal menurut pakar investasi asal Amerika Serikat, Jeremy Schneider, kebiasaan mengelola uang justru jauh lebih menentukan dibanding nominal gaji.
Dikutip dari The Guardian, Schneider menyebut banyak orang sebenarnya bisa mulai membangun kekayaan tanpa harus menjadi ahli saham atau memantau investasi setiap hari. Ia bahkan mengaku hanya menghabiskan sekitar lima menit dalam setahun untuk mengecek portofolio investasinya yang bernilai jutaan dolar.
Menurutnya, kesalahan terbesar banyak orang adalah terlalu fokus mencari cara cepat kaya, tetapi lupa membangun pola hidup finansial yang sehat.
Hidup di Bawah Kemampuan Jadi Kunci Utama
Salah satu prinsip yang paling sering dibahas Schneider adalah “living below your means” atau hidup di bawah kemampuan.
Artinya, jangan memaksakan gaya hidup hanya demi terlihat sukses. Banyak orang memiliki penghasilan besar tetapi tetap kesulitan menabung karena pengeluaran ikut naik.
Baca Juga: Apa yang Mendorong Volatilitas di Pasar Keuangan Global?
Ia menilai kebiasaan sederhana seperti mengontrol biaya makan, transportasi, cicilan, hingga tempat tinggal justru memiliki dampak besar terhadap kondisi finansial jangka panjang.
Daripada terus membeli barang impulsif, Schneider menyarankan agar uang lebih dialokasikan untuk tabungan, investasi, dan dana darurat.
Investasi Tidak Harus Rumit
Banyak orang takut mulai investasi karena merasa harus memahami grafik saham, membaca berita ekonomi setiap hari, atau memilih puluhan instrumen berbeda.
Padahal menurut Schneider, investasi sebenarnya bisa dibuat sangat sederhana.
Ia menyarankan masyarakat fokus pada investasi jangka panjang dengan produk berbiaya rendah seperti reksa dana indeks. Strategi ini dinilai lebih stabil dibanding mencoba mencari keuntungan instan dari trading harian.
Jangan Mudah Percaya Penasihat Keuangan
Schneider juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati memilih penasihat keuangan.
Menurutnya, penting untuk memahami bagaimana seorang penasihat mendapatkan bayaran. Sebab, ada sebagian pihak yang memperoleh komisi dari produk yang mereka jual kepada klien.
Ia menyebut model seperti ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan karena rekomendasi yang diberikan belum tentu sepenuhnya demi keuntungan klien.
Sebaliknya, Schneider lebih menyarankan menggunakan penasihat keuangan berbasis biaya tetap atau konsultasi per jam karena dinilai lebih transparan.
Baca Juga: Antisipasi Serangan Siber, Elitery Bersama BSSN Roadshow Penguatan Keamanan Siber
AI dan Robot Bisa Membantu, Tapi Tidak Selalu Tepat
Di era digital saat ini, banyak aplikasi AI dan robo-adviser mulai digunakan untuk mengatur keuangan hingga investasi otomatis. Schneider mengakui teknologi tersebut cukup membantu untuk hal sederhana seperti:
Memahami istilah keuangan,
Membuat ringkasan informasi,
Atau menyusun portofolio investasi dasar.
Namun, menurutnya AI masih belum mampu memahami konteks kehidupan seseorang secara menyeluruh. Misalnya saat harus menjawab pertanyaan penting seperti:
Apakah lebih baik membeli rumah atau menyewa,
Kapan waktu ideal pensiun,
Atau berapa biaya pendidikan anak yang mampu ditanggung.
Untuk keputusan besar seperti itu, pengalaman dan pertimbangan manusia masih dibutuhkan.
Cara Mengatur Keuangan yang Lebih Realistis
Schneider juga menyoroti bahwa tidak semua orang cocok membuat anggaran keuangan detail setiap hari. Menurutnya, cara paling realistis adalah menggunakan sistem otomatis.
Beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan antara lain:
Mengaktifkan auto-debit tabungan,
Transfer otomatis ke dana investasi,
Membayar cicilan tepat waktu secara otomatis,
Serta langsung menyisihkan uang setelah gajian.
Dengan cara ini, sisa uang yang ada di rekening menjadi batas aman untuk pengeluaran sehari-hari.
Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar
Selain investasi, Schneider percaya kebiasaan kecil sehari-hari punya pengaruh besar terhadap masa depan finansial seseorang.
Mulai dari:
Mengurangi belanja impulsif,
Membatasi utang konsumtif,
Tidak terpancing gaya hidup media sosial,
Hingga konsisten menabung sedikit demi sedikit.
Baca Juga: Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026, Nama Kamu Masih Terdaftar atau Tidak?
Menurutnya, kebebasan finansial bukan soal terlihat kaya, melainkan memiliki kendali penuh terhadap uang dan masa depan sendiri.
Mengatur keuangan bukan soal seberapa besar gaji yang kamu miliki, tetapi bagaimana cara mengelolanya dengan konsisten setiap hari. Dengan menerapkan kebiasaan finansial yang sehat sejak sekarang, peluang mencapai kondisi keuangan yang lebih stabil dan bebas stres di masa depan juga semakin besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal





