Amazon Kembali Terapkan Kebijakan Ngantor 5 Hari dalam Seminggu

AKURAT.CO Amazon beberapa waktu lalu kembali mengumumkan bahwasanya perusahaan akan mewajibkan karyawan untuk kerja di kantor lima hari dalam seminggu, yang akan efektif diberlakukan mulai 2 Januari 2025.
Hal tersebut menyusul perubahan info dari Amazon mengenai kebijakan karyawan kerja di kantor cuma tiga hari dalam seminggu. Menurut CEO Amazon, Andy Jassy menegaskan bahwasanya keputusan ini diambil setelah melihat pengalaman selama lima tahun terakhir.
"Kami memutuskan buat balik ke aturan kerja di kantor seperti sebelum pandemi COVID-19. Kalau lihat ke belakang, lima tahun ini menunjukkan kalau bekerja bareng di kantor punya banyak manfaat," kata Jassy melalui lansiran The Guardian.
Baca Juga: Pengguna Google, Facebook dan Amazon Jadi Target Utama Pencurian Kredensial di 2024
Tak hanya itu saja, dirinya juga menegaskan dengan kebijakan baru ini karyawan dapat mampu memperkuat kolaborasi dan hubungan antar tim, serta bikin budaya perusahaan lebih kuat. "Sebenarnya, 15 bulan terakhir saat kita kerja minimal tiga hari seminggu di kantor, makin menguatkan keyakinan kita soal ini," tambahnya.
Selain itu, perusahaan juga akan mengembalikan pengaturan meja tetap di beberapa lokasi, termasuk di kantor pusat AS (Puget Sound dan Arlington). Sebagai bagian dari restrukturisasi, Amazon berencana mengurangi jumlah manajer dan meningkatkan jumlah kontributor individu sampai akhir kuartal pertama 2025. Tujuannya buat mengurangi birokrasi di perusahaan.
"Kayak banyak perusahaan teknologi lainnya, Amazon juga sempat mengalami pertumbuhan pesat di awal pandemi Covid-19 dan akhirnya harus merumahkan banyak karyawan," paparnya.
Sejak Lockdown pertama akibat Covid, sudah ada tensi antara pemberi kerja dan karyawan soal berapa hari harus kerja di kantor. Bahkan pada bulan Mei lalu, karyawan di kantor pusat Amazon di Seattle sempat mogok buat protes kebijakan iklim perusahaan, pemecatan, dan kewajiban balik ke kantor.
Jassy juga bilang kalau sebelum pandemi, kerja dari rumah dua hari seminggu tuh nggak biasa, dan itu bakal tetap berlaku ke depannya. "Harapan kita, orang-orang bakal kerja di kantor kecuali ada keadaan mendesak," tegasnya.
Kebijakan baru ini diperkirakan bakal berdampak besar pada dinamika kerja karyawan dan budaya perusahaan. Dengan aturan kehadiran lima hari seminggu, Amazon berharap bisa meningkatkan efisiensi kerja dan memperkuat hubungan antar tim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








