Ekonom Sebut Perbaikan Indeks Korupsi Kunci Raih Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

AKURAT.CO Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo-Gibran akan mulai bisa menata strategi di awal masa pemerintahannya yang akan resmi dimulai pada bulan Oktober 2024 mendatang.
Salah satu yang dinantikan publik adalah strategi mencapai pertumbuhan ekonomi 8% yang sudah digaungkan sejak masa kampanye. Lantas apa yang seharusnya dilakukan Prabowo?
Menurut Ekonom Ekonom Institute of Sosial Economic and Digital (ISED), Ryan Kiryanto, apa yang telah dicapai dalam pemerintahan Jokowi sejatinya sudah menjadi modal utama dasar dari strategi yang dimilikinya. Namun, untuk mencapai angka pertumbuhan hingga 8% tersebut bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Akan banyak hal yang perlu diperbaiki dalam mencapai tujuan pembangunan tersebut.
Baca Juga: Wamenkeu Thomas Optimis Pertumbuhan Ekonomi Sentuh 8 Persen di Era Prabowo
Pertumbuhan tersebut akan terjadi secara bertahap hingga nantinya akan mencapai angka yang diinginkan. Salah satu cara untuk mencapai pertumbuhan tersebut adalah dengan mengurangi angka persentase korupsi di Indonesia. Mengingat, Indonesia hingga kini masih menjadi negara yang mempunyai tingkat korupsi yang cukup tinggi.
"Untuk mencapai pertumbuhan tersebutkan memang tidak gampang, harus ada yang namanya proses. Jadi nanti akan berproses secara bertahap. Walaupun nanti belum, nanti akan dilanjutkan oleh pemerintahan selanjutnya. Usahakan kalau bisa tidak ada korupsi, kalau indeks korupsi kita membaik, para investasi asing akan mau masuk ke indonesia," paparnya saat dihubungi Akurat.co, Kamis (26/9/2024).
Ditegaskan, selama indeks korupsi masih tinggi, dalam arti bahwa jika investor mau berinvestasi masih banyak biayanya atau ongkosnya, mereka tidak akan mau masuk ke Indonesia. "Itu akan sulit untuk tumbuh di atas 5 persen, itu akan sulit," tegasnya.
Ryan menambahkan, mulai dari sekarang pemerintahan baru harus serius dan berkomitmen untuk mendorong sektor industri dan manufaktur. Karena saat ini PMI manufaktur Indonesia menurun dari 49 ke 48 dan itu perlu dinaikan.
"Jadi kalau mau menjadi negara maju, kita harus komit mendorong industri dan manufaktur yang ada. Jika sudah, itu nantinya akan membuat pertumbuhan ekonomi menjadi tinggi," imbuhnya.
Misi pertumbuhan ekonomi ekonomi yang tinggi juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia. Deputi Gubernur Bank Indonesia yakin dengan kepemimpinan Prabowo nanti akan meningkatkan pertumbuhan kredit. Hal ini menurut Ryan menjadi modal tambahan lain bagi pemerintahan Prabowo untuk meraih target pertumbuhan 8%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









