Ekonom Minta Prabowo Kedepankan Kualitas Ketimbang Kompromi Politik di Kabinet Gemoy
Hefriday | 17 Oktober 2024, 17:32 WIB

AKURAT.CO Desain kabinet pemerintahan Presiden Terpilih Prabowo Subianto yang gemoy akan menghadapi tantangan terkait reshuffle menteri yang dinilai tak memenuhi target.
Menurut Dosen Universitas Paramadina, Hendri Satrio, Prabowo perlu tetap memberikan perhatian serius terhadap kualitas dan dampaknya terhadap anggaran negara. Hendri menyoroti bahwa kabinet yang dirancang Prabowo, yang berpotensi untuk dua periode kepemimpinan, akan menghadapi pertanyaan besar mengenai reshuffle atau perombakan.
"Pak Prabowo berani atau tidak melakukan reshuffle itulah yang menjadi pertanyaannya," kata Hendri di sela seminar INDEF pada Rabu (16/10/2024).
Perombakan kabinet biasanya diperlukan ketika komposisi menteri yang ditunjuk tidak memenuhi harapan atau gagal dalam melaksanakan tugas dengan baik. Namun, keberanian untuk merombak kabinet yang dipenuhi dengan berbagai kompromi politik bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Prabowo.
Bagian keuangan menjadi salah satu aspek yang menuai kontroversi dalam kabinet Prabowo. Hendri menyinggung bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani dikenal dengan ketidaksukaannya terhadap mazhab yang terpisah dalam pengelolaan keuangan negara.
Bagian keuangan menjadi salah satu aspek yang menuai kontroversi dalam kabinet Prabowo. Hendri menyinggung bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani dikenal dengan ketidaksukaannya terhadap mazhab yang terpisah dalam pengelolaan keuangan negara.
“Cukup menuai kontroversi karena Sri Mulyani dikenal dengan ketidaksukaannya pada mazhab yang terpisah pada bagian keuangan,” ujar Hendri. Hal ini menunjukkan adanya potensi perbedaan pandangan yang dapat mempengaruhi stabilitas pengelolaan keuangan negara di bawah kepemimpinan baru.
Hendri juga mengkritik desain kabinet Prabowo yang disebutnya sebagai "kabinet kemenangan electoral," di mana posisi menteri lebih didasarkan pada kompromi politik daripada kualitas. “Ini adalah sebuah kabinet ‘yang penting Prabowonya dilantik dulu’, di mana posisi apa yang Pak Jokowi suka dan mau lakukan saat ini akan dilakukan dan baru dirombak kemudian,” ungkapnya.
Menurut Hendri, kabinet ini lebih mengedepankan kompromi politik yang menyulitkan pergerakan cepat dalam menangani isu-isu negara. "Tidak bisa dengan mengakali APBN, sangat sulit untuk langsung bergerak dan sangat kompromistis," tambahnya. Hal ini dinilai sebagai langkah yang membebani negara baik dari segi belanja maupun infrastruktur, yang juga akan menjadi tantangan bagi kabinet Prabowo.
Salah satu isu utama yang diangkat oleh Hendri adalah beban infrastruktur yang dibangun selama masa pemerintahan Jokowi, yang akan terus menjadi tantangan dalam pemerintahan Prabowo.
Hendri juga mengkritik desain kabinet Prabowo yang disebutnya sebagai "kabinet kemenangan electoral," di mana posisi menteri lebih didasarkan pada kompromi politik daripada kualitas. “Ini adalah sebuah kabinet ‘yang penting Prabowonya dilantik dulu’, di mana posisi apa yang Pak Jokowi suka dan mau lakukan saat ini akan dilakukan dan baru dirombak kemudian,” ungkapnya.
Menurut Hendri, kabinet ini lebih mengedepankan kompromi politik yang menyulitkan pergerakan cepat dalam menangani isu-isu negara. "Tidak bisa dengan mengakali APBN, sangat sulit untuk langsung bergerak dan sangat kompromistis," tambahnya. Hal ini dinilai sebagai langkah yang membebani negara baik dari segi belanja maupun infrastruktur, yang juga akan menjadi tantangan bagi kabinet Prabowo.
Salah satu isu utama yang diangkat oleh Hendri adalah beban infrastruktur yang dibangun selama masa pemerintahan Jokowi, yang akan terus menjadi tantangan dalam pemerintahan Prabowo.
“Kabinet ini membebani anggaran negara, tak hanya belanja tetapi juga infrastrukturnya yang sangat banyak dibangun,” jelasnya. Infrastruktur yang banyak dibangun ini memerlukan anggaran besar, yang semakin menambah beban keuangan negara.
Hendri menyoroti kualitas para menteri yang diangkat, terutama menteri-menteri lama dari pemerintahan Jokowi yang, menurutnya, masih digunakan oleh Prabowo meskipun track record mereka sudah diketahui. “Secara kualitas sangat tidak yakin dengan realitas dan kualitas yang sangat buruk terlihat dengan jelas terjadi hingga saat ini,” tegasnya.
Hendri menyoroti kualitas para menteri yang diangkat, terutama menteri-menteri lama dari pemerintahan Jokowi yang, menurutnya, masih digunakan oleh Prabowo meskipun track record mereka sudah diketahui. “Secara kualitas sangat tidak yakin dengan realitas dan kualitas yang sangat buruk terlihat dengan jelas terjadi hingga saat ini,” tegasnya.
Menurut Hendri, penggunaan menteri-menteri dengan rekam jejak yang diragukan ini menunjukkan bahwa kabinet Prabowo lebih merupakan hasil kompromi politik dan kemenangan electoral, yang membebani negara daripada memberikan solusi nyata terhadap tantangan ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








