Perundingan Tarif Eskpor EV Mandek, China Ingatkan Eropa: Jangan Main-main
Demi Ermansyah | 30 Oktober 2024, 15:58 WIB

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan China menegaskan bahwa jika Uni Eropa melakukan pembicaraan terpisah dengan perusahaan-perusahaan EV China selama negosiasi, tindakan ini bisa "mengguncang rasa saling percaya dan mengganggu keseluruhan proses."
Peringatan ini bukan pertama kalinya, karena pada awal bulan yang sama, China dikabarkan sudah mengeluarkan peringatan serupa. Penegasan ulang ini mencerminkan kekhawatiran China bahwa negosiasi dengan perusahaan individu dapat memberikan ketidakadilan dan mempersulit pencapaian kesepakatan yang setara antara dua kekuatan ekonomi besar dunia tersebut.
Melansir Reuters China menegaskan bahwa menjaga integritas negosiasi diperlukan untuk membangun kepercayaan dalam hubungan dagang yang stabil dan konstruktif. Meskipun Uni Eropa masih dalam tahap mempertimbangkan tarif tambahan hingga 35,3% untuk kendaraan listrik China, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan perundingan lebih lanjut guna menemukan solusi yang menguntungkan.
Komisi Eropa, sebagai pengawas perdagangan bagi 27 negara anggota, juga menyatakan perlunya solusi kompetitif yang adil di pasar Uni Eropa dan tetap mematuhi aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Uni Eropa dan China menyetujui negosiasi teknis lebih lanjut untuk mencari solusi alternatif tarif kendaraan listrik (EV) guna meredam perselisihan.
Negosiasi Tarif Kendaraan Listrik
Beberapa hari setelah China dan Uni Eropa sepakat untuk melanjutkan diskusi teknis, muncul komitmen dari kedua belah pihak untuk mempertimbangkan komitmen harga sebagai solusi alternatif tarif. Langkah ini bertujuan menghindari tarif tambahan hingga 35,3% yang rencananya akan diterapkan Uni Eropa terhadap kendaraan listrik produksi China.
Menurut Kepala Perdagangan Uni Eropa, Valdis Dombrovskis melalui panggilan video dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao, menegaskan komitmen untuk menjaga persaingan yang sehat di pasar Eropa.
Dengan delapan putaran negosiasi yang telah dijalani, kedua belah pihak berharap negosiasi lebih lanjut ini dapat membentuk solusi yang adil dan sejalan dengan aturan WTO. Beijing bahkan menyambut baik kedatangan tim teknis UE ke China, menunjukkan keinginan kuat dari kedua pihak untuk menyelesaikan perselisihan ini.
Upaya negosiasi ini diharapkan dapat menciptakan win-win solution yang akan membawa manfaat bagi industri EV di Eropa maupun di China, serta mendorong hubungan perdagangan yang lebih stabil antara kedua kawasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








