Komisi XI Dorong Sinergi Kuat Antar Pemerintah Agar Target Pertumbuhan Ekonomi 2025 Tercapai

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI, H. Fathi, menilai sinergi sangat penting agar kebijakan ekonomi tahun 2025 dan ke depan mampu menciptakan pertumbuhan inklusif serta memperkuat daya saing nasional.
Adapun, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 berada dalam kisaran 5,1% hingga 5,5%, dengan inflasi yang terkendali di sekitar 2,5%.
Meski demikian, Fathi mengingatkan bahwa untuk mencapai target tersebut diperlukan langkah konkret untuk menghadapi berbagai tantangan global dan ketidakpastian ekonomi yang diperkirakan masih berlanjut hingga tahun depan.
“Target pertumbuhan ekonomi 5 persen lebih memang menunjukkan optimisme, tetapi tantangan yang kita hadapi sangat nyata. Kita harus mempertimbangkan fluktuasi pasar global, ketahanan ekonomi domestik, dan bagaimana kebijakan fiskal bisa diimplementasikan secara efektif untuk mencapai target tersebut,” ujar Fathi dikutip Jumat (8/11/2024).
Baca Juga: Ekonom Taksir Pertumbuhan Ekonomi RI Sepanjang 2024 Cuma 5 Persen
Dalam berbagai rapat yang diadakan Komisi XI DPR RI dengan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, Fathi menyampaikan harapannya agar evaluasi komprehensif dapat dilakukan terhadap perkembangan sektor-sektor prioritas.
Beberapa sektor yang menjadi perhatian utama Komisi XI adalah investasi, industri manufaktur, dan ekonomi digital, yang dinilai semakin berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Fathi menekankan pentingnya pendekatan yang lebih adaptif dalam menghadapi tantangan ekonomi.
“Kita akan mendorong kementerian untuk melakukan pendekatan yang lebih adaptif, misalnya melalui penguatan insentif investasi bagi UMKM dan menjaga stabilitas nilai tukar yang kondusif bagi perdagangan dan investasi,” tambah Politisi Fraksi Partai Demokrat itu.
Ia juga menyoroti pentingnya peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi domestik. Fathi menekankan bahwa pelaku usaha kecil dan menengah harus mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap modal dan pengembangan kapasitas.
Menurutnya, UMKM merupakan salah satu sektor yang paling vital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Fathi juga memberikan perhatian khusus pada sektor ekonomi digital yang tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir.
“Sektor ekonomi digital yang tumbuh pesat perlu mendapatkan perhatian khusus. Kita harus memanfaatkan momentum ini agar dapat menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Fathi.
Dalam rangka mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi, Komisi XI akan memperkuat koordinasi dengan kementerian-kementerian terkait, termasuk Kementerian Investasi/BKPM.
Tujuan dari koordinasi ini adalah untuk menciptakan iklim investasi yang lebih ramah bagi pelaku usaha serta memastikan kebijakan insentif dan proteksi bagi sektor-sektor strategis dapat berjalan efektif. Fathi menegaskan bahwa peran DPR dalam mengawal kebijakan ekonomi tidak hanya sebatas pada penetapan proyeksi pertumbuhan ekonomi.
“Kami di Komisi XI akan memastikan bahwa setiap kebijakan yang dirumuskan bukan hanya sekadar proyeksi semata, tetapi juga langkah nyata yang bisa dirasakan dampaknya oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









