AKURAT.CO Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan II (Kanwil DJP Jaksel II) bersama Ikatan Alumni Universitas Prasetiya Mulya (IKAPRAMA) sukses melaksanakan simulasi penggunaan Coretax pada Kamis (21/11/2024). Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta dari IKAPRAMA yang dipandu langsung oleh Tim Edukasi Kanwil DJP Jaksel II.
Dikutip dari web DJP, simulasi ini memanfaatkan simulator Coretax, sebuah sistem inti administrasi perpajakan terbaru yang telah diluncurkan pada 23 September lalu. Dalam simulasi, peserta diajarkan cara mengakses berbagai fitur layanan Coretax, dengan penyuluh pajak Fransiska Yansye, Imam Lafendi, dan Julistia memberikan paparan tentang proses bisnis layanan yang terintegrasi di dalamnya.
“Coretax akan mengintegrasikan setidaknya 21 proses bisnis layanan administrasi perpajakan,” ujar Kepala Kanwil DJP Jaksel II, Neilmaldrin Noor.
Baca Juga: PMK 81/2024 Merinci Pelaksanaan Core Tax Administration System
Ia menambahkan bahwa sistem ini tidak sekadar mendigitalisasi layanan, tetapi juga mengubah proses bisnis pelayanan agar lebih efisien dan memudahkan wajib pajak dalam memenuhi hak dan kewajibannya.
Dalam penjelasannya, Neilmaldrin menyebutkan bahwa Coretax akan mengintegrasikan layanan-layanan elektronik yang telah tersedia, seperti e-PBK, e-faktur, e-filing, dan e-billing. Integrasi ini bertujuan memberikan pengalaman yang lebih praktis bagi wajib pajak, mengurangi waktu administrasi, dan meningkatkan transparansi pelayanan.
Selain memberikan simulasi, acara ini juga menjadi ajang sosialisasi Coretax kepada masyarakat luas. “Kami ingin memastikan masyarakat memahami Coretax dengan baik sehingga saat implementasinya pada Januari 2025, mereka tidak merasa kesulitan,” ujar Neilmaldrin.
Kegiatan ini diapresiasi oleh kedua pihak. IKAPRAMA, sebagai inisiator acara, mengungkapkan harapannya agar kolaborasi dengan DJP dapat terus terjalin untuk mendukung modernisasi sistem perpajakan Indonesia. Ketua IKAPRAMA menyampaikan bahwa para alumni Universitas Prasetiya Mulya sangat antusias dengan inovasi Coretax, yang dianggap akan memudahkan aktivitas bisnis mereka.
Peserta simulasi mengaku terbantu dengan pelatihan ini. Salah satu peserta, Dimas Prasetyo, mengatakan, “Simulasi Coretax ini memberikan gambaran jelas tentang bagaimana sistem ini bekerja. Saya jadi lebih siap menghadapi implementasinya nanti.”
Program sosialisasi ini juga menunjukkan upaya DJP dalam mempercepat transformasi digital di sektor perpajakan. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menciptakan layanan publik yang lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kanwil DJP Jaksel II berharap edukasi seperti ini terus meluas ke berbagai kelompok masyarakat. Dengan semakin banyak pihak yang memahami Coretax, implementasi sistem ini pada 2025 diharapkan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
DJP berkomitmen terus memperbarui layanan yang berbasis digital dan memberikan pelatihan serupa di berbagai daerah. Inovasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kepatuhan wajib pajak, tetapi juga mengurangi hambatan administratif dalam pengelolaan perpajakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









