Airlangga Sebut Ekonomi Digital Jadi Batu Lompatan Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Demi Ermansyah | 2 Desember 2024, 18:45 WIB

AKURAT.CO Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan bahwa ekonomi digital sebagai lompatan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sesuai yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto mencapai 8% pada 2029.
"Ekonomi digital adalah salah satu cara kita meloncat karena kita dengan negara lain adalah level playing field. Kalau dengan ekonomi yang berbasis konvensional kita harus bersaing dari titik nol yang sama. Tetapi ekonomi digital kita bisa meloncat," kata Airlangga di sela menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2024 di Jakarta, Minggu (1/12/2024).
Dia mengakui bahwa di tahun 2024-2025 pertumbuhan ekonomi dunia tidak baik-baik saja. Pertumbuhan ekonomi dunia masih di angka 3,2%. Namun Indonesia secara rata-rata masih 5% dan inflasi masih 1,7%.
Dia mengakui bahwa di tahun 2024-2025 pertumbuhan ekonomi dunia tidak baik-baik saja. Pertumbuhan ekonomi dunia masih di angka 3,2%. Namun Indonesia secara rata-rata masih 5% dan inflasi masih 1,7%.
Baca Juga: Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Kadin Luncurkan White Paper
Airlangga menyampaikan bahwa transformasi ekonomi digital, value ekonomi digital di Indonesia pada saat ini mencapai sekitar USD90 miliar dan tahun depan akan bisa ditingkatkan ke angka USD120 miliar, bahkan di tahun 2030 diproyeksikan mencapai USD400 miliar.
Di antara negara-negara Asia, Indonesia adalah salah satu negara yang terunggul dalam pengembangan ekonomi digital, bahkan dalam kepemimpinan di ASEAN tahun 2023, Indonesia mendorong Digital Economy Framework Agreement (DEFA). "Dan di negara ASEAN adalah salah satu negara yang terunggul di dalam pengembangan ekonomi digital adalah Indonesia," ucap Airlangga.
Dia menyampaikan bahwa jumlah startup di Indonesia lebih dari 2.400. Jumlah dekakorn perusahaan yang lebih dari USD10 miliar ada dua. Demikian pula unicorn, lebih dari USD1 miliar, ada lebih dari 10. "Dan dalam kepemimpinan Indonesia kita mendorong yang namanya Digital Economy Framework Agreement. Artinya ini kerja sama ekonomi berbasis digital," katanya.
Menurut Airlangga, ASEAN menjadi kawasan pertama di dunia yang mengangkat isu ekonomi digital ke dalam kerja sama multilateral, melampaui organisasi besar seperti Organization for Economic Cooperation and Development atau organisasi (OECD), Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), atau Uni Eropa.
"Tidak ada belahan dunia lain atau kerjasama multilateral yang sudah mengangkat digital seperti negara ASEAN. Bahkan tidak EU, tidak di NAFTA, bahkan di level OECD," ucap Airlangga.
Dia mengaku bahwa dalam pertemuan tingkat menteri OECD tahun lalu, Airlangga menyampaikan visi Digital Economy Framework yang bahkan mendapat perhatian khusus dari negara-negara OECD yang ingin belajar dari pengalaman ASEAN.
"Oleh karena itu dalam ministerial meeting OECD tahun kemarin saya mengungkapkan terkait dengan Digital Economy Framework bahkan OECD pun ingin belajar dari negara-negara ASEAN," kata Airlangga.
Airlangga menambahkan, dengan Digital Economy Framework Agreement yang bisnis as usual ekonomi digital ASEAN besarnya mencapai USD1 triliun di tahun 2030. "Tetapi dengan implementasi Digital Economy Framework Agreement maka ekonomi ASEAN bisa meningkat menjadi USD2 triliun, artinya dari situ Indonesia bisa USD600-800 miliar," kata Airlangga.
Airlangga menyampaikan bahwa transformasi ekonomi digital, value ekonomi digital di Indonesia pada saat ini mencapai sekitar USD90 miliar dan tahun depan akan bisa ditingkatkan ke angka USD120 miliar, bahkan di tahun 2030 diproyeksikan mencapai USD400 miliar.
Di antara negara-negara Asia, Indonesia adalah salah satu negara yang terunggul dalam pengembangan ekonomi digital, bahkan dalam kepemimpinan di ASEAN tahun 2023, Indonesia mendorong Digital Economy Framework Agreement (DEFA). "Dan di negara ASEAN adalah salah satu negara yang terunggul di dalam pengembangan ekonomi digital adalah Indonesia," ucap Airlangga.
Dia menyampaikan bahwa jumlah startup di Indonesia lebih dari 2.400. Jumlah dekakorn perusahaan yang lebih dari USD10 miliar ada dua. Demikian pula unicorn, lebih dari USD1 miliar, ada lebih dari 10. "Dan dalam kepemimpinan Indonesia kita mendorong yang namanya Digital Economy Framework Agreement. Artinya ini kerja sama ekonomi berbasis digital," katanya.
Menurut Airlangga, ASEAN menjadi kawasan pertama di dunia yang mengangkat isu ekonomi digital ke dalam kerja sama multilateral, melampaui organisasi besar seperti Organization for Economic Cooperation and Development atau organisasi (OECD), Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), atau Uni Eropa.
"Tidak ada belahan dunia lain atau kerjasama multilateral yang sudah mengangkat digital seperti negara ASEAN. Bahkan tidak EU, tidak di NAFTA, bahkan di level OECD," ucap Airlangga.
Dia mengaku bahwa dalam pertemuan tingkat menteri OECD tahun lalu, Airlangga menyampaikan visi Digital Economy Framework yang bahkan mendapat perhatian khusus dari negara-negara OECD yang ingin belajar dari pengalaman ASEAN.
"Oleh karena itu dalam ministerial meeting OECD tahun kemarin saya mengungkapkan terkait dengan Digital Economy Framework bahkan OECD pun ingin belajar dari negara-negara ASEAN," kata Airlangga.
Airlangga menambahkan, dengan Digital Economy Framework Agreement yang bisnis as usual ekonomi digital ASEAN besarnya mencapai USD1 triliun di tahun 2030. "Tetapi dengan implementasi Digital Economy Framework Agreement maka ekonomi ASEAN bisa meningkat menjadi USD2 triliun, artinya dari situ Indonesia bisa USD600-800 miliar," kata Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal






