AKURAT.CO Gubernur Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell menegaskan pendekatan hati-hati dalam menentukan kebijakan moneter. Dalam wawancara terbarunya, dirinya menyoroti tantangan yang dihadapi ekonomi AS, termasuk ketidakpastian global dan dampak kebijakan domestik yang akan datang.
Meskipun data menunjukkan penguatan ekonomi, Powell menekankan perlunya fleksibilitas dalam menghadapi masa depan yang penuh ketidakpastian. Usut punya usut, tepat di bulan September lalu, The Fed kembali memangkas suku bunga sebesar setengah poin sebagai langkah untuk mendukung pasar tenaga kerja yang melemah.
Dimana Powell menyebut pemangkasan ini sebagai “sinyal kuat” bahwa The Fed siap bertindak jika kondisi ekonomi memburuk. Namun, revisi data terbaru justru menunjukkan bahwa ekonomi lebih kokoh daripada yang diperkirakan.
“Kami melihat data yang lebih positif, yang menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja telah pulih lebih cepat. Ini memberi kami kepercayaan diri untuk mengambil langkah lebih hati-hati ke depan,” jelas Powell melalui lansiran Reuters, Jumat (6/12/2024).
Meski optimisme terhadap ekonomi domestik meningkat, Powell mengingatkan tentang potensi risiko global. Salah satu isu utama adalah kebijakan tarif perdagangan yang dijanjikan Presiden terpilih, Donald Trump. "Tentunya Tarif ini dapat memicu inflasi, yang pada gilirannya dapat membebani konsumen dan bisnis," tukasnya.
Baca Juga: Khawatirkan Tarif Agresif Trump, Ini Harapan Bos The Fed
Selain itu, ketidakpastian di pasar internasional, seperti perlambatan ekonomi di Eropa dan ketegangan geopolitik, juga menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh The Fed. Powell menegaskan bahwa fleksibilitas dan kesiapan untuk menghadapi berbagai skenario adalah kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi AS.
Powell menekankan bahwa kebijakan moneter tidak hanya berorientasi pada jangka pendek. “Kami harus melihat gambaran besar dan memastikan kebijakan kami mendukung pertumbuhan jangka panjang,” ujarnya.
Oleh karena itu, The Fed akan terus memantau data terbaru, termasuk laporan pasar tenaga kerja dan inflasi yang akan dirilis dalam beberapa hari mendatang. Dengan pendekatan yang hati-hati dan fleksibel, The Fed berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian yang ada.
Pertemuan Desember mendatang akan menjadi momen penting untuk menentukan arah kebijakan moneter di tahun 2025. Powell berharap keputusan ini dapat memberikan kejelasan bagi pasar dan masyarakat tentang prospek ekonomi AS ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk









