Kemenangannya Didukung Miliarder, Trump Cuma Layani Para Elit?

AKURAT.CO Pemilu 2024 Amerika Serikat tak hanya jadi ajang pertarungan politik, tapi juga perang dana kampanye.
Misalnya Donald Trump, dengan dukungan kuat dari miliarder, berhasil mengumpulkan dana besar di minggu-minggu terakhir pemilu. Namun, saingannya dari Partai Demokrat, Kamala Harris, tetap memimpin dalam total dana yang terkumpul.
Selama masa kampanye, tim Trump mengumpulkan hingga USD477 juta, kurang dari separuh USD1,2 miliar yang berhasil diraih Harris.
Namun, super PAC pro-Trump, yang dapat menerima sumbangan tanpa batas, berhasil mengumpulkan USD260 juta dalam waktu singkat menjelang pemilu, melampaui kelompok pendukung Harris yang hanya mencapai USD 190 juta.
Disebutkan melalui lansiran Bloomberg, Senin (9/12/2024), para donatur kaya ini menjadi faktor penting dalam mendukung kampanye Trump. Misalnya Elon Musk yang menjadi penyumbang terbesar dengan total USD120 juta, disusul oleh miliarder lain seperti Robert W.
Baca Juga: Kabinet Trump 2.0 dan Politik Balas Budi
Duggan dari Summit Therapeutics, Thomas Dan Friedkin dari Friedkin Group, dan Anthony Pratt, yang menyumbang USD10 juta untuk MAGA Inc.
Namun, dominasi miliarder ini menimbulkan kekhawatiran. Banyak yang mempertanyakan apakah kampanye Trump masih mewakili rakyat biasa atau hanya melayani kepentingan para elit.
Sedangkan di dimensi lainnya, Harris tetap mengandalkan basis dukungan dari sumbangan kecil yang lebih banyak datang dari akar rumput. Pertarungan dana ini menunjukkan perbedaan pendekatan kedua kandidat.
Dimana Trump memanfaatkan hubungan baiknya dengan para konglomerat untuk mendanai kampanye besar-besaran di akhir pemilu, sementara Harris tetap fokus pada pendekatan komunitas.
Hasil akhirnya, meskipun Harris memimpin dalam segi total dana, Trump disebut-sebut berhasil membalikkan keadaan di menit-menit terakhir berkat dukungan finansial dari para miliarder.
Sehingga secara tidak langsung strategi tersebut mencerminkan pergeseran dalam politik Amerika, di mana penggalangan dana bukan hanya soal angka, tapi juga soal pengaruh.
Meski demikian, ke depan, tantangan transparansi dalam penggunaan dana kampanye dan pemberian jabatan pemerintahan kepada donatur besar akan menjadi sorotan.
Dimana publik akan terus memantau, apakah sistem tersebut benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat atau hanya menguntungkan segelintir elit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






