3 Kali Berturut-turut, The Fed Pangkas Suku Bunga ke 4,25 - 4,5 Persen
Demi Ermansyah | 19 Desember 2024, 23:32 WIB

AKURAT.CO Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), kembali memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya berturut-turut. Meski begitu, langkah ini diiringi dengan pendekatan yang lebih hati-hati dalam menentukan pemangkasan di tahun 2025.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) sepakat memangkas suku bunga ke kisaran 4,25%-4,5% dalam rapat pada Rabu (18/12/2024).
Pemangkasan ini diputuskan dengan suara mayoritas 11-1, di mana Gubernur The Fed Cleveland, Beth Hammack, menentang keputusan tersebut karena mendukung stabilitas dengan mempertahankan suku bunga tetap.
Keputusan ini mencerminkan sikap waspada terhadap dinamika ekonomi global, terutama karena inflasi masih berada di atas target 2%. Dalam proyeksi terbarunya, The Fed memperkirakan hanya akan ada dua kali pemangkasan 0,25% hingga akhir 2025, yang berarti suku bunga diperkirakan berada di kisaran 3,75%-4%.
Dalam pernyataan terbarunya melalui lansiran Bloomberg, The Fed juga mengubah narasi terkait pendekatan kebijakan. Mereka menyatakan akan menilai berbagai faktor sebelum memutuskan penyesuaian suku bunga selanjutnya, berbeda dengan pernyataan sebelumnya yang lebih bersifat instruktif.
Langkah ini dianggap sebagai strategi untuk memberikan fleksibilitas lebih besar dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, termasuk potensi perlambatan di pasar tenaga kerja dan gejolak inflasi.
Indeks pasar saham S&P 500 terpantau turun setelah pengumuman ini, sementara imbal hasil Treasury AS dan Indeks Dolar Bloomberg naik. Investor kini menunggu sinyal tambahan dari Gubernur The Fed Jerome Powell dalam konferensi persnya.
Meskipun tingkat pengangguran sedikit naik ke 4,2% pada November, pasar tenaga kerja AS menunjukkan ketangguhan dengan rata-rata pertumbuhan gaji mencapai 173.000 dalam tiga bulan terakhir. Kondisi ini menjadi alasan mengapa The Fed mengambil langkah hati-hati untuk mencegah potensi over-reaksi terhadap pemangkasan suku bunga.
Keputusan ini juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, termasuk kebijakan perdagangan dan perpajakan pemerintahan Presiden terpilih Donald Trump, yang menambah tantangan terhadap prospek ekonomi AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







