Musk Dituduh Lobi Kebijakan Yang Berimbas ke Keamanan AS
Demi Ermansyah | 23 Desember 2024, 18:13 WIB

AKURAT.CO Kebijakan investasi AS di China jadi sorotan setelah tuduhan pada Elon Musk. Dimana tuduhan lobi politik oleh Elon Musk menyoroti isu yang lebih besar, yakni bagaimana kebijakan investasi AS di China dapat mempengaruhi keamanan nasional.
Politisi partai Demokrat Amerika Serikat, Rosa DeLauro menyebut bahwa lobi Musk berpotensi melemahkan aturan yang bertujuan melindungi rantai pasokan dan sektor teknologi AS dari pengaruh asing.
Peraturan yang dirampungkan oleh Departemen Keuangan AS pada Oktober lalu sebenarnya bertujuan membatasi investasi di sektor-sektor kritis seperti kecerdasan buatan. Namun, jika aturan ini dicabut, ada kekhawatiran bahwa AS akan kehilangan alat penting untuk melindungi kepentingan nasionalnya.
Peraturan yang dirampungkan oleh Departemen Keuangan AS pada Oktober lalu sebenarnya bertujuan membatasi investasi di sektor-sektor kritis seperti kecerdasan buatan. Namun, jika aturan ini dicabut, ada kekhawatiran bahwa AS akan kehilangan alat penting untuk melindungi kepentingan nasionalnya.
“Celakanya, ini membuka celah besar dalam perlindungan kita terhadap pengaruh asing,” kata DeLauro lewat lansiran Reuters.
Kritik yang dilayangkan oleh DeLauro secara tidak langsung mencerminkan keresahan lebih luas tentang ketergantungan AS pada China, terutama dalam industri teknologi.
Kritik yang dilayangkan oleh DeLauro secara tidak langsung mencerminkan keresahan lebih luas tentang ketergantungan AS pada China, terutama dalam industri teknologi.
Dengan Tesla yang memiliki pabrik besar di Shanghai dan hubungan erat dengan pasar China, pertanyaan pun muncul: sejauh mana perusahaan multinasional seharusnya diizinkan mempengaruhi kebijakan nasional?
Kekhawatiran ini muncul pasca Bisnis Tesla yang terus mencatatkan performa positif. Pada awal Desember, pendaftaran asuransi kendaraan Tesla di China mencapai 21.900 unit per minggu. Pendapatan kuartal ketiga Tesla bahkan menyentuh USD25,18 miliar, naik 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Kekhawatiran ini muncul pasca Bisnis Tesla yang terus mencatatkan performa positif. Pada awal Desember, pendaftaran asuransi kendaraan Tesla di China mencapai 21.900 unit per minggu. Pendapatan kuartal ketiga Tesla bahkan menyentuh USD25,18 miliar, naik 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sektor otomotif saja, Tesla meraup USD20 miliar, meski sedikit di bawah target Wall Street. Namun, persaingan ketat di China, terutama dengan produsen lokal seperti BYD Co., tetap menjadi tantangan bagi Tesla.
Kontroversi ini pun menambah lapisan kompleksitas pada hubungan Tesla dengan pemerintah AS dan China, menciptakan dinamika unik antara bisnis, politik, dan kebijakan strategis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








