Minta Masukan, Otoritas Bursa Shanghai dan Shenzhen Temui Investor Asing
Hefriday | 6 Januari 2025, 15:40 WIB

AKURAT.CO Bursa saham Shanghai dan Shenzhen baru-baru ini menggelar pertemuan dengan sejumlah lembaga keuangan asing. Dalam pertemuan ini, kedua bursa tersebut memberikan jaminan kepada investor bahwa mereka akan terus membuka pasar modal China untuk menarik investasi asing, di tengah kondisi ekonomi global yang menantang.
Dikutip dari Reuters, Senin (6/1/2025), Bursa Saham Shanghai menegaskan bahwa ekonomi China tetap didukung oleh fundamental yang solid. Mereka juga menyoroti ketangguhan ekonomi negara itu di tengah lingkungan internasional yang kompleks.
Sementara itu, Bursa Saham Shenzhen menyatakan telah mendengarkan opini dan masukan dari lembaga asing terkait kondisi pasar saham di China. Langkah ini diambil untuk memperkuat hubungan dan memastikan transparansi dalam pengelolaan pasar modal.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya volatilitas saham China pada hari-hari awal perdagangan tahun 2025. Indeks CSI 300, yang terdiri dari saham-saham unggulan, merosot 2,9% pada hari perdagangan pertama, mencatatkan awal tahun terburuk sejak 2016. Indeks tersebut bahkan turun lebih dari 5% selama pekan pertama, menunjukkan menurunnya optimisme terhadap dukungan kebijakan Beijing.
Dalam sinyal lain terkait berkurangnya selera risiko, investor mulai beralih ke aset yang dianggap lebih aman. Hal ini terlihat dari penurunan imbal hasil obligasi pemerintah China berjangka panjang ke level terendah baru, menandakan meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek pasar saham.
Sejak September 2024, otoritas China telah meluncurkan berbagai langkah dukungan, termasuk skema swap dan relending senilai CNY800 miliar. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan investor dan menahan laju penurunan pasar saham.
Dalam Konferensi Kerja Ekonomi Sentral yang digelar pada Desember lalu, pemerintah menekankan stabilisasi pasar saham dan properti sebagai prioritas utama untuk tahun 2025. Fokus ini menjadi bagian dari upaya meredam tekanan ekonomi dan memulihkan pertumbuhan.
Langkah-langkah kebijakan tersebut membantu pasar saham China mencatatkan kenaikan 14,7% sepanjang tahun 2024. Kenaikan ini menandai akhir dari tren penurunan yang terjadi selama tiga tahun berturut-turut.
Meski begitu, para analis mengingatkan bahwa kebijakan saja tidak cukup untuk mendorong pasar saham naik di tahun 2025. Dalam catatannya, analis Goldman Sachs menyebutkan bahwa "batas toleransi" pembuat kebijakan terhadap pertumbuhan dan harga aset mungkin telah tercapai. Namun, implementasi kebijakan yang konkret tetap diperlukan untuk memicu kenaikan ekuitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








