Jaga Stabilitas Yuan, PBoC Kembali Keluarkan Kebijakan Strategis
Demi Ermansyah | 11 Januari 2025, 16:30 WIB

AKURAT.CO Bank sentral China, People’s Bank of China (PBoC), kembali menjadi sorotan global dengan langkah terbarunya yang cukup mengejutkan yakni menghentikan sementara pembelian obligasi.
Keputusan ini tidak hanya mencerminkan kompleksitas ekonomi China saat ini, tetapi juga menjadi upaya konkret untuk mengendalikan spekulasi pasar yang semakin liar.
Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (11/1/2025), langkah PBoC ini muncul di tengah meningkatnya spekulasi investor terkait perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Kondisi ini telah memicu tekanan pada nilai tukar yuan, yang terus melemah, sekaligus merusak kepercayaan bisnis dan konsumen.
Dalam dunia ekonomi yang sangat terhubung seperti sekarang, bahkan sedikit goyangan di pasar China bisa berdampak besar pada ekonomi global.
Menurut pernyataan resmi, penghentian pembelian obligasi dilakukan karena pasokan yang tidak mencukupi. Meski demikian, PBoC belum memberikan kejelasan kapan kebijakan ini akan kembali diterapkan.
Menurut pernyataan resmi, penghentian pembelian obligasi dilakukan karena pasokan yang tidak mencukupi. Meski demikian, PBoC belum memberikan kejelasan kapan kebijakan ini akan kembali diterapkan.
Hal ini menimbulkan tanda tanya di kalangan pelaku pasar, mengingat kebijakan pembelian obligasi selama ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas. Ironisnya, bukannya memperbaiki situasi, kebijakan tersebut justru membuat harga obligasi turun tajam, disertai pelemahan yuan.
Usut punya usut, PBoC mengambil langkah strategis dengan mengeluarkan nilai referensi harian yuan yang lebih tinggi daripada proyeksi pasar. Langkah ini berhasil, setidaknya untuk sementara waktu, menstabilkan nilai tukar yuan.
Stabilitas yuan menjadi salah satu fokus utama PBoC karena mata uang ini tidak hanya mencerminkan kekuatan ekonomi domestik, tetapi juga mempengaruhi persepsi global terhadap China.
“Dengan menjaga yuan tetap stabil, kami ingin memberikan sinyal kepada pasar bahwa PBOC serius dalam mengelola stabilitas ekonomi,” ujar seorang pejabat PBoC yang enggan disebutkan namanya.
“Dengan menjaga yuan tetap stabil, kami ingin memberikan sinyal kepada pasar bahwa PBOC serius dalam mengelola stabilitas ekonomi,” ujar seorang pejabat PBoC yang enggan disebutkan namanya.
Selain menghentikan pembelian obligasi, PBoC juga berencana menerbitkan surat utang dalam jumlah besar di Hong Kong. Langkah ini ditujukan untuk menyerap kelebihan likuiditas yang berpotensi memicu inflasi atau distorsi pasar lainnya.
Dengan mengalihkan likuiditas berlebih ke instrumen surat utang, PBoC berharap dapat menciptakan keseimbangan baru di pasar keuangan.
Menurut Bank of America, PBoC diperkirakan akan membeli obligasi senilai CNY3 triliun. Ini menjadi indikasi bahwa meskipun sementara dihentikan, pembelian obligasi tetap menjadi alat penting dalam arsenal kebijakan moneter PBoC.
Menurut Bank of America, PBoC diperkirakan akan membeli obligasi senilai CNY3 triliun. Ini menjadi indikasi bahwa meskipun sementara dihentikan, pembelian obligasi tetap menjadi alat penting dalam arsenal kebijakan moneter PBoC.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








