Sri Mulyani Dorong Pembaruan Kerja Sama dengan World Bank
Demi Ermansyah | 1 Februari 2025, 12:42 WIB

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pentingnya pembaruan Indonesia Country Partnership Framework (CPF) agar lebih selaras dengan kondisi ekonomi dan sosial terkini.
Dimana hal tersebut ia sampaikan dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik, Manuela V. Ferro.
Menurut Sri Mulyani, CPF adalah instrumen penting dalam merancang strategi pembangunan Indonesia bersama Bank Dunia. Oleh karena itu, ia berharap versi terbaru dari CPF bisa lebih responsif terhadap berbagai tantangan, termasuk perubahan geopolitik, kondisi politik domestik, serta aspek sosial dan ekonomi yang sedang berkembang.
“Saya ingin memastikan CPF yang baru bisa mencerminkan realitas global dan domestik saat ini. Kita butuh arsitektur kebijakan yang tepat agar dampaknya benar-benar positif dan konstruktif bagi Indonesia,” ujar Sri Mulyani melalui akun Instagram resminya, @smindrawati, baru-baru ini.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti bagaimana demokrasi yang inklusif dan partisipatif harus menjadi prinsip utama dalam pembangunan di Indonesia.
“Sebagai negara demokrasi besar, Indonesia harus terus bergerak maju dengan asas inklusivitas dan partisipasi yang kuat,” tambahnya.
Pembaruan CPF ini menjadi semakin penting mengingat tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Sri Mulyani menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai risiko ekonomi, mulai dari ketidakstabilan geopolitik hingga perubahan kebijakan moneter global yang berdampak pada negara berkembang seperti Indonesia.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan suku bunga tinggi yang diterapkan oleh bank sentral dunia untuk menekan inflasi telah membuat nilai tukar mata uang di banyak negara tertekan terhadap dolar AS. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi ekonomi nasional.
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital yang pesat juga menjadi faktor penting dalam transformasi ekonomi. Sri Mulyani menilai bahwa disrupsi digital dan kecerdasan buatan (AI) kini telah menjadi realitas yang tak bisa dihindari, baik dalam sektor keuangan, perdagangan, maupun industri lainnya.
Oleh karena itu, Sri Mulyani berharap CPF terbaru bisa memasukkan aspek-aspek tersebut dalam rencana kerja sama antara Indonesia dan Bank Dunia. Ia ingin agar kemitraan ini tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan, inklusivitas, dan ketahanan ekonomi di tengah dinamika global.
Dengan pembaruan CPF yang lebih adaptif, Sri Mulyani optimistis Indonesia bisa terus bergerak maju dan menghadapi tantangan global dengan strategi yang lebih matang dan efektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








