AKURAT.CO Gubernur Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary Daly, menegaskan bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan di tengah kondisi ekonomi yang masih cukup stabil.
Dimana sikap tersebut sebagai salah satu langkah hati-hati The Fed dalam menghadapi berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Donald Trump.
Lebih lanjut Daly mengatakan bahwa ekonomi AS masih berada dalam posisi yang baik, sehingga tidak ada urgensi bagi The Fed untuk segera merespons perubahan kebijakan pemerintah.
"Ada banyak ketidakpastian. Kami bisa meluangkan waktu untuk melihat bagaimana perkembangan ekonomi dan perubahan kebijakan yang terjadi," ujar Daly, dikutip dari Reuters, Rabu (5/2/2025).
Lebih lanjut Daly mengatakan bahwa ekonomi AS masih berada dalam posisi yang baik, sehingga tidak ada urgensi bagi The Fed untuk segera merespons perubahan kebijakan pemerintah.
"Ada banyak ketidakpastian. Kami bisa meluangkan waktu untuk melihat bagaimana perkembangan ekonomi dan perubahan kebijakan yang terjadi," ujar Daly, dikutip dari Reuters, Rabu (5/2/2025).
Baca Juga: The Fed Yakini Inflasi AS Menuju Sasaran 2 Persen
Salah satu fokus utama The Fed saat ini adalah mencapai target inflasi 2%. Daly menegaskan bahwa tugas tersebut masih jauh dari selesai dan dirinya akan mengalokasikan seluruh energinya untuk memastikan target tersebut tercapai.
Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga pekan lalu menjadi bukti bahwa bank sentral ini enggan mengambil langkah yang terlalu reaktif.
Salah satu fokus utama The Fed saat ini adalah mencapai target inflasi 2%. Daly menegaskan bahwa tugas tersebut masih jauh dari selesai dan dirinya akan mengalokasikan seluruh energinya untuk memastikan target tersebut tercapai.
Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga pekan lalu menjadi bukti bahwa bank sentral ini enggan mengambil langkah yang terlalu reaktif.
Sebelumnya, The Fed sudah memangkas suku bunga sebanyak tiga kali pada akhir 2024, sebagai respons terhadap ketidakpastian ekonomi global dan domestik.
Menurut Daly, kebijakan moneter tidak boleh diambil secara tergesa-gesa, apalagi jika hanya melihat satu aspek tertentu tanpa mempertimbangkan gambaran besar.
"Jika kita bertindak secara preventif dengan hanya melihat satu aspek secara terpisah, kita bisa berakhir dengan kesalahan kebijakan," katanya.
Saat ini, para pejabat The Fed menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kebijakan perdagangan, perpajakan, hingga regulasi baru yang dikeluarkan oleh pemerintahan Trump. Semua faktor ini bisa berdampak besar pada ekonomi AS dalam jangka panjang.
Menurut Daly, kebijakan moneter tidak boleh diambil secara tergesa-gesa, apalagi jika hanya melihat satu aspek tertentu tanpa mempertimbangkan gambaran besar.
"Jika kita bertindak secara preventif dengan hanya melihat satu aspek secara terpisah, kita bisa berakhir dengan kesalahan kebijakan," katanya.
Saat ini, para pejabat The Fed menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kebijakan perdagangan, perpajakan, hingga regulasi baru yang dikeluarkan oleh pemerintahan Trump. Semua faktor ini bisa berdampak besar pada ekonomi AS dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026










