Begini Respons Adik Prabowo Soal Tagar Indonesia Gelap
Camelia Rosa | 26 Februari 2025, 13:30 WIB

AKURAT.CO Adik kandung Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo merespon tagar Indonesia Gelap yang belakangan ramai di media sosial.
Menurutnya, munculnya tagar tersebut berawal dari kesalahpahaman sebagian mahasiswa terhadap pemangkasan anggaran yang saat ini dilakukan oleh pemerintah.
"Pemangkasan ini dan itu yang menimbulkan banyak salah pengertian, sehingga ada sebagian mahasiswa turun ke jalan teriak-teriak Indonesia Gelap tapi sebetulnya tidak mengerti dan mungkin belum diberikan penjelasan," urainya dalam acara Economic Outlook 2025 di The Westin Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Hashim menuturkan bahwa pemangkasan anggaran sebesar Rp306 triliun itu sejatinya merupakan penghematan dan bukan pengurangan.
"Itu tidak berarti bahwa anggaran dikurangi bukan, itu adalah realokasi dari program-program yang dinilai tidak perlu yang dulu saya bilang konyol ya," urai pria yang juga merupakan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi.
Ia juga menegaskan, anggaran yang semula untuk program-program konyol tersebut direalokasi untuk program lainnya yang lebih dibutuhkan, salah satunya makan bergizi gratis.
"Dan sudah ditetapkan Rp171 triliun untuk makan bergizi gratis dan menurut temen-temen di Bappenas, ini akan menambah pertumbuhan ekonomi dari tadinya 0,83 persen, ya itu Rp71 triliun, akan menambah jadi 1,99 persen pertumbuhan penambahan, itu sudah 2 persen," lanjutnya.
Bahkan Hashim menyebutkan bahwa Presiden Prabowo bertekad untuk menambah kembali anggaran makan bergizi gratis untuk tahun depan hingga ratusan triliun rupiah.
"Ini akan menambah pertumbuhan ekonomi. Kalau tidak salah, saya dapat angka-angka dari kawan-kawan di Bappenas, bisa sampai 1,995 persen," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








