Ringgit Malaysia Terancam Melemah, Ketegangan Dagang AS-China Jadi Biang Kerok?

AKURAT.CO Ringgit Malaysia, yang sempat menjadi mata uang dengan performa terbaik di Asia tahun lalu, kini menghadapi tantangan besar.
Dimana ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China yang merupakan dua mitra dagang utama Malaysia diperkirakan akan memberikan tekanan signifikan pada ringgit.
Mengutip dari laman Bloomberg, Analis Credit Agricole dan Malayan Banking Bhd, David Forrester menjelaskan bahwasanya ringgit yang saat ini berada di kisaran 4,4350/USD Bisa jatuh hingga 4,6/USD pada akhir Juni.
Tentunya faktor utama di balik potensi pelemahan ini adalah kebijakan tarif impor AS terhadap China, yang dapat berdampak langsung pada ekspor Malaysia.
Baca Juga: BKSAP DPR Minta Parlemen Malaysia Bantu Lindungi Pekerja Migran Indonesia
“Melambatnya perdagangan global serta pertumbuhan ekonomi China dan Malaysia akibat kebijakan tarif Donald Trump bisa memaksa Bank Negara Malaysia menurunkan suku bunga pada akhir 2025,” ujarnya.
Selain itu, tambahnya, ringgit cenderung bergerak seiring dengan yuan China. Jika yuan melemah akibat tekanan perdagangan, ringgit pun berisiko mengalami nasib serupa.
Data dari Bloomberg menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, ringgit memang cenderung melemah di kuartal kedua setiap tahunnya.
Salah satu sektor yang paling terdampak adalah industri semikonduktor. Malaysia, sebagai salah satu eksportir chip terbesar di Asia Tenggara, harus menghadapi kebijakan tarif impor chip yang direncanakan oleh AS.
Padahal, AS merupakan pasar terbesar ketiga bagi produk semikonduktor Malaysia.
Baca Juga: Waspadai Dampak Perang Dagang, Malaysia Pertahankan Suku Bunga 3%
Namun, di tengah ancaman pelemahan, ada secercah harapan. Jika Federal Reserve AS memangkas suku bunga lebih banyak dari yang diperkirakan, dolar AS bisa kehilangan kekuatannya.
Hal ini berpotensi mendukung ringgit untuk kembali menguat ke level 4,35 per dolar di akhir tahun, menurut Saktiandi Supaat dari Maybank.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








