Jepang 'Main Cantik' dengan AS, Komoditas Pangan Jadi Jurus Damai Dagang

AKURAT.CO Jepang mulai memainkan strategi damai dagang dengan Amerika Serikat. Dalam upaya meredakan ketegangan soal tarif dari Presiden Donald Trump, Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, mempertimbangkan untuk membuka lebih lebar pintu impor beras dan kedelai dari Negeri Paman Sam.
Langkah tersebut disebut-sebut sebagai alat tawar-menawar potensial buat menghadapi kebijakan tarif tinggi yang sedang jadi senjata dagang utama Washington.
Dikutip dari laman bloomberg, AS terang-terangan mengkritik Jepang karena dianggap terlalu protektif dengan sistem ekspor dan distribusi berasnya. Sedangkan Amerika Sendiri menginginkan sistem tersebut dibuat lebih longgar dan transparan.
Baca Juga: China Siapkan Jurus Rahasia Hadapi Tarif Trump
Tidak hanya soal beras dan kedelai saja, AS juga meminta kepada Jepang untuk menambah jatah impor produk pertanian lainnya seperti daging, makanan laut, sampai kentang.
Sementara itu, Kepala Negosiator Jepang, Ryosei Akazawa, sudah mulai menggelar pembicaraan dengan para pejabat tinggi AS seperti Menteri Keuangan Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer.
Sebagai informasi, Jepang memang sempat dikasih masa penangguhan selama 90 hari dari tarif menyeluruh sebesar 24%. Meski tarif dasar 10% tetap berlaku, ditambah tarif sebesar 25% untuk sektor mobil, baja, dan aluminium.
Meski belum ada deal konkret, sinyal positif sudah mulai muncul. Delegasi Jepang mengungkapkan bahwa persiapan buat putaran kedua negosiasi sedang dilakukan.
Baca Juga: Hadapi Tarif Trump, PM Li Qiang: Saatnya Keluar dari Kebiasaan
Bahkan, Trump sendiri menegaskan akan melakukan pertemuan secara langsung dengan Akazawa yang diharapkan akan memberikan negosiasi yang cukup signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







