AKURAT.CO Di tengah tekanan global yang meningkat, China memilih bersikap waspada. Gubernur People's Bank of China (PBoC), Pan Gongsheng, mengungkapkan bahwa otoritas moneter Negeri Tirai Bambu tengah menyiapkan berbagai instrumen tambahan untuk menghadapi ketidakpastian eksternal.
Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam pertemuan dewan penasihat Dana Moneter Internasional (IMF) pada Kamis dan Jumat waktu setempat di Washington.
“Kami memiliki banyak alat kebijakan untuk digunakan. Jika diperlukan, kami akan memperkenalkan kebijakan tambahan yang tepat waktu dan efektif,” ujar Pan dikutip dari CGTN, Sabtu (26/4/2025).
Baca Juga: AS Waspada! China Siap Lawan Tarif Trump
Pan menambahkan, China telah memasukkan seluruh bentuk ketidakpastian ke dalam perencanaan makroekonomi tahun ini.
Dirinya menekankan, langkah responsif akan diambil jika kondisi dalam dan luar negeri berubah drastis.
"Kami siap melakukan berbagai pelonggaran moneter apabila dibutuhkan, termasuk menurunkan suku bunga kebijakan dan rasio cadangan wajib bank. Namun semua akan dilakukan secara bertahap dan terukur," paparnya.
Di sisi lain, Pan menyatakan yuan akan tetap dijaga pada level adaptif dan seimbang. Ini merupakan sinyal kuat bahwa stabilitas mata uang menjadi prioritas utama di tengah dinamika nilai tukar global.
Langkah ini sejalan dengan sinyal dari Politbiro Partai Komunis China yang menyebut bahwa negara akan mempersiapkan rencana darurat menyeluruh sebagai tameng menghadapi guncangan dari luar negeri.
Meski pertumbuhan kuartal pertama cukup solid, China memilih untuk tidak langsung menggelontorkan stimulus tambahan.
Pendekatan ini menandai pergeseran dari respons cepat menjadi respons strategis, sekaligus menjaga efektivitas kebijakan jangka panjang.
“Pendekatan sabar namun siap siaga membuktikan bahwa kami tidak ingin terjebak dalam perang kebijakan jangka pendek yang bisa melemahkan stabilitas ekonomi jangka panjang,” ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal










