China Siap Jaga Stabilitas Ekonomi di Tengah Tekanan Perang Dagang

AKURAT.CO Ketidakpastian global akibat perang dagang yang terus berlangsung, pemerintah China menunjukkan kesiapannya menghadapi guncangan eksternal tanpa terburu-buru memperluas stimulus ekonomi.
Wakil Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC), Zhao Chenxin, mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan rencana kontingensi dan siap menggunakan berbagai perangkat kebijakan untuk menstabilkan lapangan kerja serta perekonomian.
"Pemerintah akan sepenuhnya menyiapkan rencana kontingensi, dan terus meningkatkan perangkat kebijakan untuk menstabilkan lapangan kerja dan perekonomian," ujar Zhao dikutip dari laman Bloomberg.
Baca Juga: China Desak Negara Berkembang Lawan Tarif AS
China berada dalam tekanan akibat tarif rekor dari Amerika Serikat yang diberlakukan selama pemerintahan Donald Trump. Namun, para pejabat menekankan bahwa ketahanan ekonomi tetap kuat.
Zhao menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada tahun 2025 masih realistis, terutama berkat kontribusi signifikan dari permintaan domestik selama kuartal pertama tahun ini.
Meskipun demikian, para pejabat tampak menahan diri dalam meluncurkan stimulus besar-besaran.
Wakil Gubernur Bank Sentral China (PBOC), Zou Lan, mengatakan pelonggaran kebijakan moneter akan dilakukan secara hati-hati dan bertahap.
"Bank sentral berencana melonggarkan dana bagi bank dan memangkas suku bunga pada waktu yang tepat," ucapnya.
Zou menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar yuan akan tetap dijaga di tingkat yang wajar dan seimbang.
Lebih lanjut Zou, menambahkan bahwa kekuatan pasar valuta asing akan menjadi penopang utama stabilitas mata uang China.
Baca Juga: Dongkrak Konsumsi Domestik, China Turunkan Ambang Potongan Pajak untuk Turis
Langkah ini menunjukkan strategi bertahan China dengan mengandalkan kebijakan fiskal dan moneter yang terukur, alih-alih respons reaktif terhadap tekanan ekonomi global.
Selain itu, fokus pemerintah tetap pada peningkatan keterampilan tenaga kerja dan penyaluran kredit yang tepat sasaran, terutama bagi eksportir yang terdampak langsung oleh tarif AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









