Saham Eropa Naik, Pasar Global Sambut Pemangkasan Tarif AS-China

AKURAT.CO Indeks saham utama di kawasan Eropa mencatat kenaikan signifikan pada Senin (12/5/2025) lalu, menyusul kabar menggembirakan dari poros perdagangan global, Amerika Serikat dan China yang menyepakati pemangkasan sementara tarif atas produk masing-masing. Kabar ini mendorong lonjakan kepercayaan investor, sehingga memicu reli di pasar finansial dunia.
Dikutip dari laman reuters, Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,9% pada pukul 10:42 pagi di Paris, didorong oleh performa gemilang sektor pertambangan, barang konsumsi, dan otomotif. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan pelemahan tajam, tertekan oleh sentimen negatif dari pasar Amerika.
Penguatan pasar Eropa ini, meski tertinggal di belakang reli pasar berjangka AS, mencerminkan sentimen global yang membaik setelah berbulan-bulan dirundung ketidakpastian perdagangan antar dua ekonomi terbesar dunia. Kontrak berjangka indeks S&P 500 tercatat melonjak 2,6%, sementara Nasdaq 100 bahkan melejit 3,5%.
Baca Juga: Pasar Saham Masih Bergejolak, Kripto Patut Dilirik Investor
Kepala Perdagangan di La Financiere de L’Echiquier, David Kruk mengingatkan bahwa meskipun pasar bergairah, investor harus tetap waspada.
"Pertanyaan sebenarnya sekarang adalah, apakah ini saatnya menjual karena kabar baik telah keluar? Bagi mereka yang pesimistis sejak pengumuman tarif, ini menyakitkan. Tidak ada lagi penurunan untuk dibeli, dan jika Anda belum berinvestasi, sangat sulit masuk sekarang," ujarnya.
Penguatan ini juga ditopang ekspektasi pasar bahwa Presiden AS, Donald Trump akan mengambil pendekatan yang lebih lunak terhadap kebijakan tarif global. Hal ini menyusul kerangka kerja perdagangan baru dengan Inggris serta nada positif dari pertemuan dagang AS-China akhir pekan lalu.
Dalam pernyataan bersama, kedua negara sepakat memangkas tarif secara signifikan. AS akan menurunkan tarif dari 145% menjadi 30%, sementara China menurunkan dari 125% menjadi 10%. Meski demikian, kesepakatan ini bersifat sementara dan berlaku selama 90 hari, yang berarti pasar masih diliputi ketidakpastian jangka panjang.
Baca Juga: Waduh! Pasar Saham Amburadul, Ini Kata Ekonom
Sedangkan menurut Manajer Dana Saham di Ecofi, Karen Georges menegaskan bahwasanya sampai saat ini narasinya belum berubah. Masa bebas tarif 90 hari tidak mengubah ketidakpastian dari pengumuman tarif sebelumnya. Pasar masih rapuh.
"Sebab reli ini bisa berlanjut apabila disertai kepastian kebijakan dagang dalam jangka menengah hingga panjang. Namun, jika negosiasi lanjutan mandek atau berujung pada kebuntuan, volatilitas pasar bisa kembali meningka," paparnya.
Bagi investor dan pelaku pasar, kabar ini memberikan momentum baru menjelang penutupan kuartal. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan karena sifat kesepakatan yang belum mengikat dan masih dibayangi potensi konflik lanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








