Dukung Ukraina, G7 Janji Bekukan Aset Rusia dan Pertimbangkan Sanksi Tambahan

AKURAT.CO Meski terjadi pelunakan dalam redaksi resmi komunike, negara-negara anggota G7 menegaskan komitmen solid terhadap Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia yang disebut 'brutal.
Dalam pernyataan akhir yang dirilis Jumat (23/5/2025) lalu, G7 menyatakan dukungan penuh terhadap kedaulatan Ukraina dan menjanjikan pembekuan aset Rusia hingga agresi berakhir.
“Kami bekerja bersama, berdiri berdampingan untuk mendukung Ukraina,” ujar Menteri Keuangan Kanada, Francois-Philippe Champagne dikutip dari laman reuters.
ukBaca Juga: Peretas Rusia Eksploitasi Kerentanan Email dan VPN untuk Memata-matai Logistik Bantuan Ukraina
Pernyataan tersebut mengemuka pasca serangkaian diskusi selama tiga hari di Banff, Kanada, yang juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Ukraina, Serhiy Marchenko.
Marchenko menyampaikan langsung situasi terbaru di negaranya dan menyerukan peningkatan bantuan internasional, khususnya di bidang rekonstruksi pascaperang.
G7 tidak mencantumkan kata ilegal untuk menggambarkan invasi Rusia dalam komunike resmi, berbeda dari dokumen tahun sebelumnya. Namun Champagne menegaskan bahwa hal itu tidak berarti perubahan posisi.
“Invasi itu tetap ilegal, dan pesan kami tetap jelas,” ucapnya.
Komunike menyebut G7 siap mempertimbangkan sanksi tambahan jika tidak tercapai kesepakatan gencatan senjata. Namun, belum ada rincian mengenai kebijakan spesifik, seperti revisi batas harga minyak Rusia yang sebelumnya didorong Inggris.
Baca Juga: Rusia Isyaratkan Gencatan Senjata dengan Ukraina: Bola Panas di Tangan Zelenskyy
Sementara itu, isu konsentrasi pasar dan ketahanan rantai pasok juga dibahas, sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem ekonomi global dari potensi gangguan geopolitik.
Dengan nada lebih hati-hati dan penuh kalkulasi, G7 berupaya menjaga keseimbangan antara tekanan terhadap Rusia dan diplomasi yang efektif antaranggota.
Pertemuan ini disebut menjadi pengantar penting menuju KTT G7 berikutnya yang dijadwalkan berlangsung Juni mendatang dengan kehadiran Presiden AS Donald Trump.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







