Tarif Trump Ancam Belanja Konsumen, Ekonomi AS Mulai Alami Perlambatan

AKURAT.CO Konsumen Amerika Serikat mulai menahan pengeluaran di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
Diketahui pada April 2025, pengeluaran pribadi yang disesuaikan dengan inflasi hanya naik tipis 0,1%, jauh menurun dibandingkan kenaikan 0,7% pada Maret sebelumnya.
Sedangkan apabila mengacu kepada hasil data dari Biro Analisis Ekonomi (BEA) mengutip dari laman bloomberg, juga mencatat penurunan tajam hampir 20% dalam impor barang, menyebabkan defisit perdagangan menyempit secara signifikan.
Baca Juga: Ketidakpastian Kebijakan Fiskal, Membayangi Pemulihan Ekonomi Amerika Serikat
Sehingga kondisi tersebut mencerminkan perubahan strategi perusahaan dalam menghadapi bea masuk baru yang lebih tinggi.
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), indikator inflasi yang menjadi acuan Federal Reserve, juga menunjukkan tekanan yang mereda. Inflasi inti yang tidak mencakup makanan dan energi—naik 0,1% dari bulan sebelumnya dan tumbuh 2,5% secara tahunan, terendah sejak lebih dari empat tahun terakhir.
Tarif dan Sentimen Konsumen
Meskipun tarif baru belum tercermin penuh dalam harga barang, data menunjukkan sentimen konsumen memburuk. Indikator prospek keuangan pribadi bahkan menyentuh titik terendah sepanjang sejarah.
Sementara pengeluaran untuk layanan mencatat kenaikan, konsumsi barang tahan lama menurun, mencerminkan kekhawatiran rumah tangga terhadap prospek jangka menengah.
Beberapa perusahaan ritel besar seperti Walmart Inc. dan Macy’s Inc. telah memberi sinyal bahwa kenaikan harga tidak terhindarkan. Sejauh ini, banyak perusahaan menyerap biaya tarif, namun tidak menutup kemungkinan harga barang akan mulai naik dalam waktu dekat.
Stabilitas Suku Bunga
Dalam catatan rapat Federal Reserve yang dirilis beberapa waktu lalu, bank sentral menyatakan akan mempertahankan suku bunga dalam jangka menengah sambil mencermati dampak lanjutan dari kebijakan perdagangan terhadap inflasi dan pasar tenaga kerja.
Pendapatan disposable riil naik 0,7% untuk dua bulan berturut-turut, ditopang transfer pemerintah. Namun, di luar faktor tersebut, gaji dan upah masih tumbuh stabil, naik 0,5% pada April.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








