Bantah Tudingan Job Fair Cuma Formalitas, Menaker: Itu Kewajiban
Camelia Rosa | 4 Juni 2025, 15:26 WIB

AKURAT.CO Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membantah pernyataan yang mengatakan bahwa kegiatan job fair hanya bersifat formalitas. Ia pun menilai bahwa isu yang tidak benar seringkali viral di masyarakat.
Yassierli kemudian mengaitkan dengan penyelenggaraan job fair dengan Naker Fest 2025 yang diselenggarakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker). Ia pun menekankan bahwa kegiatan job fair sejatinya memang tidak harus terlalu sering digelar karena tujuannya tidak hanya membuka lowongan kerja.
"Percaya tidak kami kemarin mengundang 102 perusahaan semuanya formalitas? percaya tidak? tidak ya. Jadi yang pertama, memang job fair itu tidak perlu sering-sering. Kami kemarin mengatakan bahwa kita melaksanakan job fair itu namanya Naker Fest," jelasnya ketika ditemui di Jakarta Convention Center, Rabu (4/6/2025).
Baca Juga: Job Fair di Cikarang Ricuh, Ini Kata Menaker
Dijelaskan Yassierli, Naker Fest tidak hanya menghadirkan perusahaan yang membuka lowongan kerja, namun juga menjadi ajang konsultasi bagi pencari kerja serta tempat promosi pelatihan keterampilan hingga kewirausahaan.
Ia juga meminta agar penyelenggaraan job fair memperhitungkan banyak risiko.
"Kita berharap bahwa job fair itu hadir memang sebagai bukti kehadiran pemerintah. Jangan sampai ada isu terkait formalitas, kemudian lowongannya sedikit, lebih kepada pencitraan dan seterusnya. Kita berharap itu tidak terjadi. Kalau tidak siap, tidak usah melaksanakan job fair," tegasnya.
Namun demikian Yassierli mengaku tidak bisa sepenuhnya menepis kemungkinan adanya perusahaan yang mengikuti job fair hanya untuk formalitas.
"Apakah kemudian ada perusahaan yang formalitas? Saya juga tidak bisa mengatakan tidak. Tapi saya yakin apa yang kita bangun sekarang tentu diapresiasi oleh perusahaan," urainya.
Oleh karena itu, Yassierli mengingatkan bahwa setiap perusahaan diwajibkan untuk melaporkan lowongan pekerjaan kepada pemerintah.
"Dan kami akan kejar terus itu. Sehingga itu kewajiban, sehingga kemudian itu memberikan solusi kepada saudara-saudara kita yang sedang mencari kerja," tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








