AKURAT.CO Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menargetkan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) dapat mulai beroperasi pada Juni 2025.
Dijeaskannya, proses pembentukan Satgas PHK ini melibatkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sehingga peluncurannya menunggu keputusan pihak terkait.
"(Satgas PHK mulai beroperasi di Juni?) Kita usahakan itu finalisasinya karena lintas kementerian bukan di saya," jelasnya ketika ditemui di Jakarta Convention Center, Rabu (4/6/2025).
Yassierli menuturkan, saat ini proses pembentukan Satgas PHK masih terus berjalan dan tengah memasuki tahap finalisasi di Kementerian Sekretariat Negara (Mensesneg). "Satgas PHK, kemarin kita masih finalisasi di Mensesneg. Kita tunggu saja," imbuhnya.
Yassierli menyampaikan, sebenarnya beberapa fungsi dari Satgas PHK sudah dijalankan, seperti pengembangan sistem peringatan dini (early warning system) untuk memetakan sektor-sektor yang berisiko mengalami PHK.
"Kita (juga) membangun koordinasi dengan dinas. Jadi beberapa itu sudah jalan dan nanti gongnya dengan Satgas PHK itu," tutupnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan untuk segera membentuk Satgas PHK sebagai langkah antisipatif dan solutif.
Hal ini disampaikan langsung dalam acara Silaturahmi Ekonomi Bersama Presiden RI di Jakarta, yang dihadiri ribuan pekerja, pelaku usaha, dan tokoh perburuhan beberapa waktu lalu.
Sementara itu di kesempatan terpisah, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian AIilangga Hartarto menjelaskan bahwa Satgas PHK yang telah dibentuk pemerintah adalah respons terhadap meningkatnya kasus pemutusan hubungan kerja di sejumlah sektor industri.
Airlangga menegaskan, satgas ini tidak hanya bertugas mencatat dan memonitor jumlah PHK, tetapi juga secara aktif mencarikan solusi alternatif bagi para pekerja yang terdampak.
"Satgas PHK selain memonitor PHK juga mencarikan alternatif, mencarikan pekerjaan untuk yang terkena PHK," ujar Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








