Kesepakatan Dagang AS-China Picu Harapan Baru Stabilitas Ekonomi Global

AKURAT.CO Pasca melalui berbagai perundingan intensif, Amerika Serikat dan China akhirnya mengonfirmasi rincian kerangka kerja perdagangan yang disepakati di Jenewa dan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan di London.
Langkah tersebut menandai titik balik dalam hubungan dagang kedua negara yang selama beberapa tahun terakhir dibayangi tensi tarif dan proteksionisme.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa kedua negara telah menjalin komunikasi intensif pascapertemuan London yang dipimpin oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng.
Baca Juga: Perang Dagang Mereda, AS-China Bahas Akses Tanah Jarang dan Ekspor Teknologi
“Kedua pihak telah mengonfirmasi rincian lanjutan dari kerangka kerja perdagangan yang sebelumnya telah dicapai,” ujar juru bicara kementerian dikutip dari laman reuters.
Perjanjian ini tidak hanya mencakup pembukaan akses ekspor barang-barang strategis seperti logam tanah jarang oleh China, tetapi juga langkah timbal balik dari AS untuk mencabut sejumlah pembatasan perdagangan terhadap Beijing.
Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick mengungkapkan bahwa pencabutan sanksi akan dilakukan secara bertahap setelah China mulai mengalirkan ekspor logam tanah jarang ke pasar AS.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk rekonsiliasi setelah hubungan perdagangan keduanya memburuk akibat sengketa tarif yang diberlakukan sejak pemerintahan Trump.
Presiden Trump bahkan menyebut hasil perundingan ini sebagai “HASIL LUAR BIASA” dalam unggahan media sosialnya, meski sejumlah pengamat menilai kesepakatan tersebut lebih bersifat penguatan dari komitmen yang telah dibahas sebelumnya.
Baca Juga: Rupiah Nanjak 73 Poin ke Rp16.253 di Tengah Eskalasi Perang Dagang AS-China
Ketegangan AS-China yang menimbulkan efek domino terhadap rantai pasok global, khususnya di sektor teknologi dan energi terbarukan, diharapkan dapat mereda melalui kerangka kerja baru ini. Dunia internasional menyambut baik langkah diplomasi ini karena dinilai dapat memulihkan kepercayaan pasar serta menciptakan stabilitas di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









