Diversifikasi Pasar Kunci Atasi Tarif Trump, Uni Eropa Potensial

AKURAT.CO Uni Eropa dapat menjadi pasar alternatif yang strategis bagi Indonesia di tengah kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) yang mencapai 19%.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti. Ia menyarankan agar Indonesia melakukan pergeseran atau shifting perdagangan dari AS ke kawasan Eropa guna menjaga stabilitas ekspor nasional.
Menurut Esther, nilai ekspor Indonesia ke Uni Eropa pada tahun 2024 mencapai USD17,35 miliar. Produk-produk yang diekspor meliputi minyak nabati dan hewani, produk industri kimia, mesin dan perlengkapannya, alas kaki atau topi, serta produk mineral. Komoditas tersebut, kata Esther, hampir serupa dengan yang diekspor ke Amerika Serikat.
"Ini sebenarnya produk-produk yang relatif mirip yang kita kirimkan ke pasar US. Jadi kalau misalnya pasar US itu buat kita melakukan tarif Trump, maka shifting dari pasar US ke pasar Uni Eropa itu bisa kita lakukan dengan sangat mungkin," ujar Esther dalam Diskusi Publik bertajuk “Tarif Amerika Turun, Indonesia Bakal Turun?” yang dipantau secara daring, Senin (21/7/2025).
Baca Juga: Pelonggaran BI Rate dan Tarif Trump Warnai Pergerkan IHSG
Esther menyebutkan bahwa kebijakan tarif yang dikenakan oleh Amerika Serikat seharusnya menjadi peringatan bagi Indonesia untuk tidak terlalu bergantung pada satu negara mitra dagang.
Menurutnya, ekspansi perdagangan dan diversifikasi pasar menjadi langkah strategis yang harus segera dilakukan.
Dirinya juga menekankan pentingnya kerja sama ekonomi dengan berbagai negara, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif. Hal ini akan memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia di kancah internasional.
“Diversifikasi produk ekspor juga sangat penting agar kita tidak terjebak pada situasi gonjang-ganjing karena tarif. Negara seperti Vietnam sudah menerapkan strategi ini sejak perang dagang pertama tahun 2019 dan berhasil menjadi pemenang. Vietnam memperoleh keuntungan signifikan saat itu,” papar Esther.
Dari sisi lain, Esther mengingatkan bahwa Amerika Serikat saat ini masih menjadi mitra dagang terbesar kedua bagi Indonesia setelah China.
AS merupakan salah satu tujuan utama ekspor Indonesia, sementara untuk urusan impor, AS berada di posisi ketiga setelah China dan Jepang. Namun demikian, ketergantungan terhadap China juga menjadi catatan penting.
“Produk China jauh lebih banyak yang beredar di Indonesia dibandingkan produk dari AS. Ini menunjukkan bahwa ketergantungan kita tidak hanya pada AS, tapi juga pada China,” jelasnya.
Esther menyarankan agar pemerintah Indonesia tidak terpaku pada pasar besar saja, tetapi juga membuka akses ke negara-negara lain yang memiliki potensi pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan impor tinggi.
Diversifikasi pasar ekspor dinilai sebagai langkah strategis dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. “Sebanyak mungkin kita harus menciptakan diversifikasi pasar ekspor, sehingga jika ada gejolak di satu negara, kita tetap bisa menjaga performa ekspor melalui pasar yang lain,” tukasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








