Menkeu Sebut Sektor Properti Bakal Jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Ekonomi di Penghujung 2025
Hefriday | 1 Oktober 2025, 10:58 WIB

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada akhir 2025 mampu mencapai 5,5%.
Dirinya menilai sektor properti akan menjadi salah satu motor penggerak utama, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat dan dukungan kebijakan pemerintah terhadap pembiayaan kredit.
Purbaya menyebut geliat belanja rumah tangga diprediksi akan meningkat secara signifikan pada kuartal IV-2025. Lonjakan ini, menurutnya, akan berdampak langsung terhadap sektor properti, mulai dari pembelian rumah hingga bahan bangunan.
“Kalau saya pikir sih hampir across the board. Belanja masyarakat akan naik kencang, dan nanti properti akan tumbuh bagus,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kemarin (30/9/2025).
Pemerintah, lanjut Purbaya, telah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun melalui Bank Indonesia ke lima bank pelat merah, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI.
Baca Juga: Belanja Menggeliat, Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2025 Ngacir ke 5,5 Persen
Dana tersebut diharapkan dapat mendorong penurunan suku bunga kredit sehingga akses masyarakat untuk pembiayaan semakin terbuka. “Pelan-pelan nanti masuk ke sektor properti, di mana ketika orang pinjam kan jaminannya clear. Saya pikir tidak lama lagi akan ke sana,” kata Purbaya.
Menurutnya, masuknya dana segar ke sektor properti akan memicu efek berganda (multiplier effect). Mulai dari meningkatnya permintaan semen dan bahan bangunan, hingga meningkatnya konsumsi makanan dan minuman masyarakat.
“Jadi harusnya sih across the board yang mengalami pertumbuhan lebih cepat,” jelasnya.
Purbaya menekankan bahwa pemerintah tidak menentukan secara spesifik sektor mana yang diprioritaskan dalam penyaluran kredit. Bank dan sistem yang akan menyeleksi sendiri sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Yang saya lakukan adalah menciptakan keadaan di mana pelaku ekonomi bisa mengoptimalkan apa yang mereka butuhkan maupun bisnis yang ingin mereka kerjakan,” katanya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Menurutnya, belanja pemerintah, aliran investasi, serta stimulus fiskal di kuartal IV-2025 akan mendukung pertumbuhan.
“Stimulus yang dilepaskan nilainya mendekati USD2 miliar atau sekitar Rp30 triliun. Itu akan sangat membantu,” jelasnya.
Airlangga menambahkan, tren positif ini menjadi sinyal bahwa Indonesia berada pada jalur pemulihan ekonomi yang konsisten. Dorongan dari investasi asing dan belanja infrastruktur diperkirakan turut memperkuat proyeksi pertumbuhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







