BI: Keyakinan Konsumen Tetap Kuat Desember 2025, Tabungan Meningkat

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional tetap kuat pada Desember 2025.
Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang bertahan di level optimis, meski diiringi sinyal kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan rumah tangga.
Berdasarkan Survei Konsumen BI, IKK Desember 2025 tercatat sebesar 123,5, atau berada di atas ambang optimis 100.
Baca Juga: Lebih Kredibel, BI Sosialisasikan Indonia sebagai Acuan Baru Suku Bunga Antarbank
Capaian ini menandakan persepsi positif konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospeknya dalam enam bulan ke depan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kuatnya keyakinan konsumen ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).
“Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Desember 2025 ditopang oleh IKE dan IEK,” ujar Ramdan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
IKE tercatat sebesar 111,4, sementara IEK berada di level 135,6. Meski keduanya sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, posisinya masih berada di zona optimis.
Dari sisi kondisi ekonomi saat ini, penguatan IKE terutama didorong oleh kenaikan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) yang mencapai 106,5, meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 103,7.
Baca Juga: PMK Baru Buka Opsi Tarik Surplus BI untuk Jaga Likuiditas APBN
Sementara itu, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) masing-masing tercatat di level optimis sebesar 120,2 dan 107,6.
Adapun untuk ekspektasi enam bulan ke depan, BI mencatat Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) meningkat tipis menjadi 140,8.
Namun, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) masing-masing turun tipis menjadi 135,1 dan 130,8, meski tetap berada di level optimis.
Menariknya, survei BI juga menunjukkan perubahan pola pengelolaan keuangan konsumen. Rata-rata proporsi pendapatan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Desember 2025 tercatat 74,3%, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya.
Hal serupa terjadi pada proporsi pembayaran cicilan atau utang (debt to income ratio) yang turun menjadi 10,8%.
Sebaliknya, proporsi pendapatan yang disimpan atau saving to income ratio justru meningkat menjadi 14,9%.
Kenaikan ini mengindikasikan konsumen mulai memperkuat tabungan di tengah optimisme ekonomi, sebagai langkah antisipatif terhadap ketidakpastian ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









