Trump Ultimatum Kanada, Tarif 100 Persen Jika Rangkul China

AKURAT.CO Ketegangan dagang di Amerika Utara kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% terhadap seluruh ekspor Kanada ke AS. Ancaman itu dilontarkan jika Ottawa melanjutkan kerja sama dagang dengan China.
Pernyataan Trump muncul menyusul kesepakatan terbatas antara Kanada dan China yang menurunkan sejumlah hambatan perdagangan.
Dikutip dari laman reuters, Trump menilai langkah Kanada membuka ruang bisnis lebih besar bagi China sebagai kesalahan besar yang bisa merugikan stabilitas ekonomi dan sosial negara tersebut.
“Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, Kanada akan langsung dikenai tarif 100% terhadap semua barang dan produk Kanada yang masuk ke AS,” tulis Trump. Ia juga menilai China akan “menghancurkan bisnis dan cara hidup Kanada” bila pengaruhnya makin besar.
Baca Juga: Isu Greenland Memanas, Senator AS Tantang Kebijakan Tarif Trump
Namun pemerintah Kanada membantah tengah mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan Beijing.
Menteri yang menangani perdagangan Kanada-AS, Dominic LeBlanc, menegaskan kesepakatan yang dicapai hanya berupa penyelesaian sejumlah isu tarif, bukan perjanjian dagang komprehensif.
Secara ekonomi, ancaman tarif 100% berpotensi mengguncang hubungan dagang kedua negara yang selama ini sangat terintegrasi.
Sebagai informasi, AS merupakan mitra dagang terbesar Kanada, terutama untuk sektor otomotif, energi, pertanian, hingga produk manufaktur. Pengenaan tarif ekstrem dapat mengganggu rantai pasok lintas batas yang telah terjalin puluhan tahun.
Baca Juga: JK Ingatkan Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump: Warga Palestina Harus Dilibatkan
Kesepakatan Kanada–China sendiri mencakup rencana penurunan tarif China atas produk rapeseed (canola) Kanada. Sebagai imbalannya, Kanada membuka akses bagi puluhan ribu kendaraan listrik asal China dengan tarif lebih rendah dibanding kebijakan sebelumnya.
Langkah ini dinilai menempatkan Kanada di posisi sulit, di tengah rivalitas dagang AS–China. Ottawa berupaya mendiversifikasi pasar ekspor, namun pada saat yang sama menghadapi tekanan kuat dari Washington yang ingin membatasi pengaruh ekonomi Beijing di kawasan Amerika Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






