Sekolah di Thailand Gelar Simulasi Penembakan, Siswa Dilatih Hadapi Serangan Bersenjata

AKURAT.CO Sejumlah sekolah di Thailand menggelar simulasi menghadapi serangan bersenjata pada Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memperketat keamanan sekolah, sekitar dua pekan setelah seorang remaja berusia 14 tahun melepaskan tembakan di sebuah sekolah dan menewaskan sedikitnya delapan orang.
Di Sekolah Surasamontree, Bangkok, para siswa mengikuti latihan “run, hide, fight” atau lari, bersembunyi, dan melawan ketika menghadapi penyerang bersenjata.
Dalam simulasi tersebut, seorang polisi mengenakan pakaian hitam dan berperan sebagai pelaku penembakan. Ia menggunakan pistol dan senapan serbu yang telah diisi amunisi kosong.
Para siswa kemudian dilatih untuk segera menjauh dari pelaku, mencari tempat berlindung, serta mengunci pintu ruang kelas. Sebagian siswa menggunakan meja dan perabotan untuk menghalangi akses masuk ke ruangan.
Dalam salah satu skenario, siswa juga dilatih melumpuhkan pelaku dengan menjatuhkannya dan menahannya setelah penyerang berhasil masuk ke ruang kelas.
Sekolah Diminta Perkuat Keamanan
Latihan tersebut digelar setelah Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong mengeluarkan instruksi pada 10 Agustus.
Instruksi tersebut mewajibkan sekolah menyusun rencana keamanan dan melakukan latihan menghadapi situasi darurat secara berkala.
“Setiap sekolah merespons karena ini merupakan ancaman zaman baru yang dapat terjadi di mana saja,” kata Visitsak Vipattanamongkol, kepala unit penjinak bahan peledak dari Divisi Patroli dan Operasi Khusus Kepolisian Thailand.
Menurutnya, sekolah di seluruh Thailand kini meningkatkan kewaspadaan, menyesuaikan prosedur keamanan, serta mempersiapkan siswa menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.
Pemeriksaan Siswa Diperketat
Selain menggelar simulasi serangan bersenjata, Sekolah Surasamontree juga meningkatkan pemeriksaan keamanan setiap hari.
Pihak sekolah menggunakan detektor logam dan melakukan pemeriksaan terhadap tas siswa sebelum memasuki lingkungan sekolah.
Dalam demonstrasi keamanan, para guru memperlihatkan penggunaan detektor logam genggam sekaligus menunjukkan sejumlah benda tajam yang sebelumnya disita dari siswa.
Direktur Sekolah Surasamontree Onitcha Kochana mengatakan latihan tersebut penting untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan kesadaran menghadapi situasi darurat.
“Saya terkesan dan sangat menyukai pelatihan ini karena memberikan pengetahuan dan kesadaran kepada siswa,” kata Onitcha.
Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh dari latihan dapat membantu siswa mengambil tindakan yang tepat apabila menghadapi keadaan darurat nyata.
“Mereka dapat menggunakan apa yang dipelajari hari ini untuk menghadapi situasi tersebut dan mengubah sesuatu yang serius menjadi tidak terlalu parah,” ujarnya.
Sumber: Reuters
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







