Efek Diskon Listrik, Inflasi Januari 2026 Melonjak 3,55 Persen

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) menjelaskan inflasi tahunan (year-on-year/yoy) pada Januari 2026 yang mencapai 3,55% dipengaruhi oleh efek basis rendah (low base effect) dari kebijakan diskon tarif listrik yang diterapkan pemerintah pada awal 2025.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan pada Januari dan Februari 2025 pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon tarif listrik. Kebijakan tersebut menekan Indeks Harga Konsumen (IHK) sehingga berada di bawah tren normal.
“Pada Januari dan Februari tahun 2025, pemerintah menerapkan kebijakan diskon tarif listrik yang tentunya ini akan menekan IHK Januari dan Februari 2025,” ujar Ateng di Jakarta, Senin.
Baca Juga: BPS: Emas Perhiasan Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar Sepanjang 2025
Ia menjelaskan, rendahnya IHK pada periode tersebut menjadi basis perbandingan yang membuat inflasi tahunan Januari 2026 terlihat melonjak secara statistik. Padahal, kenaikan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan tekanan harga yang baru terjadi di masyarakat.
BPS mencatat IHK Januari 2026 berada di level 109,75. Angka ini lebih tinggi dibandingkan IHK Januari 2025 yang mengalami penurunan signifikan akibat stimulus tarif listrik.
Ateng menegaskan, fenomena low base effect kerap terjadi ketika pemerintah memberikan intervensi harga pada periode tertentu.
"Ketika stimulus berakhir, perbandingan tahunan akan menunjukkan inflasi yang relatif tinggi meskipun kenaikan harga berjalan normal," ucapnya.
Baca Juga: BPS Taksir Produksi Gabah Kering Giling Tembus 60,25 Juta Ton di 2025, Naik 13 Persen
Dengan demikian, BPS menilai inflasi Januari 2026 masih perlu dibaca secara hati-hati dan tidak serta-merta diartikan sebagai lonjakan tekanan inflasi struktural.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









