BPS: Tingkat Kemiskinan RI Turun ke 8,25 Persen di September 2025

AKURAT.CO Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 23,36 juta orang, turun 0,49 juta orang dari Maret 2025 dan turun 0,70 juta dari September 2024.
Persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 8,25%, turun 0,22 persen poin dari Maret 2025 dan turun 0,32 persen poin dari September 2024.
"Sejak Maret 2023 sampai dengan September 2025, jumlah dan tingkat kemiskinan terus mengalami penurunan," ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: Tingkat Kemiskinan Maret 2024 9,03 Persen, BKF: Terendah Dalam 10 Tahun
Dirinci, persentase penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 sebesar 6,60%, naik dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 6,73%. Sementara itu, persentase penduduk miskin di perdesaan pada September 2025 sebesar 10,72%, turun dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 11,03%.
Dibanding Maret 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan pada September 2025 berkurang sebanyak 0,09 juta orang (dari 11,27 juta orang pada Maret 2025 menjadi 11,18 juta orang pada September 2025).
Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang sebanyak 0,40 juta orang (dari 12,58 juta orang pada Maret 2025 menjadi 12,18 juta orang pada September 2025).
"Garis kemiskinan per kapita perlu diterjemahkan menjadi garis kemiskinan per rumah tangga. Oleh sebab itu, pada September 2025, secara rata-rata, satu rumah tangga miskin di Indonesia terdapat 4,76 anggota keluarga. Sehingga, garis kemiskinan per rumah tangga miskin adalah sebesar Rp3.053.269 per bulan," tuturnya.
Rasio Ketimpangan Melandai ke 0,363
Sementara itu rasio ketimpangan pengeluaran penduduk atau dikenal dengan gini ratio RI per September 2025 melandai ke 0,363. Angka ini turun 0,012 poin jika dibandingkan dengan gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,375 dan turun 0,018 poin jika dibandingkan dengan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,381.
Gini ratio di daerah perkotaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,383; turun dibanding gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,395 dan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,402.
Gini ratio di daerah perdesaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,295; turun dibanding gini ratio Maret 2025 yang sebesar 0,299 dan gini ratio September 2024 yang sebesar 0,308.
Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, pada September 2025, distribusi pengeluaran pada kelompok penduduk 40% terbawah adalah sebesar 19,28%. Jika dirinci berdasarkan daerah, di daerah perkotaan angkanya sebesar 18,32% sementara untuk daerah perdesaan sebesar 22,09%.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








