IKK Naik, Purbaya: Ekonomi RI Masuk Fase Ekspansi
Esha Tri Wahyuni | 13 Februari 2026, 17:02 WIB

AKURAT.CO Pemerintah menilai kenaikan indeks kepercayaan konsumen (IKK) pada akhir 2025 menjadi indikator bahwa perbaikan ekonomi Indonesia mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, menguatnya indeks kepercayaan konsumen Indonesia ini dinilai sejalan dengan pemulihan sejumlah indikator riil seperti penjualan ritel, sektor otomotif, serta stabilitas likuiditas di sistem keuangan.
Setelah sempat mengalami tekanan pada pertengahan 2025, tren ekonomi nasional disebut telah berbalik arah dan memasuki fase ekspansi baru menuju 2026.
Indeks Kepercayaan Konsumen Sempat Melemah di Kuartal III-2025
Pemerintah memaparkan bahwa pada periode Juni hingga September 2025, indeks kepercayaan konsumen mengalami pelemahan. Tekanan tersebut terjadi beriringan dengan sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan perlambatan.
PMI manufaktur sempat berada di bawah level 50 yang menandakan fase kontraksi. Penjualan ritel tercatat menurun, sementara sektor transportasi mengalami kontraksi. Kondisi ini mencerminkan adanya tekanan pada daya beli dan aktivitas produksi. Namun situasi berubah sejak Oktober 2025.
“Setelah September, ekonomi berhasil dibalik arahnya. Kepercayaan masyarakat meningkat tajam pada Oktober, November, Desember hingga Januari,” ujar Purbaya dalam forum Indonesia Ekonomic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Bukan Sekadar Angka Statistik, Tapi Persepsi Riil Masyarakat
Menurutnya, penguatan kepercayaan publik bukan hanya refleksi dari data statistik resmi, melainkan gambaran persepsi masyarakat terhadap kondisi ekonomi sehari-hari. “Ini bukan sekadar angka versi ekonom atau BPS. Ini survei terpisah yang mencerminkan persepsi masyarakat,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemulihan ekonomi tidak hanya terlihat di atas kertas, tetapi juga mulai dirasakan di level rumah tangga.
Likuiditas Dijaga, Konsumsi dan Penjualan Naik
Di sisi kebijakan moneter dan likuiditas, pemerintah memastikan ketersediaan uang beredar (base money) tetap memadai untuk menopang aktivitas ekonomi.
Ketersediaan likuiditas ini disebut berdampak langsung pada peningkatan konsumsi masyarakat. Beberapa sektor yang merasakan dampaknya antara lain ritel dan otomotif. “Kalau uang cukup di sistem, ekonomi bergerak. Daya beli membaik, penjualan naik,” ujarnya.
Strategi menjaga likuiditas dinilai menjadi salah satu faktor kunci dalam membalikkan momentum ekonomi pada kuartal IV-2025.
Indonesia Masuk Fase Ekspansi Siklus Bisnis Baru
Pemerintah juga menyebut Indonesia tengah memasuki fase ekspansi dalam siklus bisnis baru setelah periode perlambatan sebelumnya. “Kita memasuki fase ekspansi baru. Kalau dijaga konsisten, ini bisa berlangsung panjang,” tegasnya.
Jika momentum pertumbuhan ekonomi terjaga, periode ekspansi tersebut berpotensi berlangsung hingga satu dekade ke depan. Artinya, stabilitas kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor penentu keberlanjutan tren positif ini.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026 Tembus 6 Persen
Untuk 2026, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,5% hingga 6%. Belanja negara pada awal tahun dipercepat untuk menjaga momentum pemulihan.
Meski demikian, kebijakan fiskal tetap dijalankan secara disiplin agar defisit anggaran tidak melampaui batas aman. “Fiskal tetap ekspansif, tapi disiplin. Momentum ini harus dijaga,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






