Tidak Seindah Indonesia, Inflasi Filipina Tembus 7,2 Persen

AKURAT.CO Lonjakan inflasi di Filipina pada April 2026 menempatkan bank sentral negara tersebut dalam posisi sulit.
Di satu sisi, otoritas moneter harus menjaga stabilitas harga. Di sisi lain, langkah pengetatan yang terlalu agresif berisiko menekan pemulihan ekonomi domestik.
Data Philippine Statistics Authority dikutip dari laman AsiaTimes menunjukkan indeks harga konsumen (IHK) pada April melonjak 7,2% secara tahunan (year-on-year). Angka ini menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir dan jauh melampaui proyeksi sebelumnya yang berada di kisaran 5,6% hingga 6,4%.
Baca Juga: Bukan Cuma Australia, Filipina dan India Juga Tertarik Impor Pupuk Urea dari Indonesia
Sebagai perbandingan, inflasi pada Maret masih berada di level 4,1%, menunjukkan percepatan tekanan harga yang signifikan dalam waktu singkat.
Kenaikan inflasi ini memperkuat tekanan terhadap Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), yang sebelumnya cenderung mengambil pendekatan pengetatan moneter secara bertahap. Namun, dinamika terbaru mendorong ekspektasi bahwa kebijakan tersebut perlu disesuaikan.
Ekonom dari Bank of the Philippine Islands, Emilio Neri Jr., menilai BSP kemungkinan harus mempertimbangkan kenaikan suku bunga yang lebih agresif, bahkan di luar jadwal rapat reguler.
“Tidak tertutup kemungkinan adanya kenaikan suku bunga yang lebih besar dari biasanya,” ujarnya.
Sebelumnya, BSP telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,5% pada April. Namun, dengan tren inflasi yang meningkat, pasar mulai memperkirakan suku bunga dapat didorong ke level yang lebih tinggi dalam waktu dekat.
Menurut Neri, inflasi berpotensi mencapai 8% hingga 9% pada Mei jika tekanan harga tidak mereda. Dalam kondisi tersebut, suku bunga kebijakan di bawah 6% dinilai tidak lagi memadai untuk menahan laju inflasi.
Lonjakan inflasi di Filipina tidak lepas dari ketergantungan negara tersebut terhadap impor energi, khususnya dari kawasan Timur Tengah. Konflik yang meningkat di kawasan tersebut mendorong kenaikan harga minyak global, yang kemudian merambat ke berbagai komponen harga domestik.
Baca Juga: AS Bakal Bangun Hub Industri Strategis di Filipina, Akankah Asia Tenggara Diuntungkan?
Data PSA mencatat, sektor transportasi mengalami kenaikan harga hingga 21 persen, sementara sektor perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya meningkat 8%. Harga makanan dan minuman non-alkohol juga naik 6%, terutama dipicu oleh kenaikan harga beras dan ikan.
Secara bulanan, inflasi mencapai 2,6%, tertinggi sejak Januari 1996.
Tekanan inflasi ini juga berdampak pada nilai tukar peso Filipina yang melemah. Mata uang tersebut tercatat mendekati level terendahnya di sekitar 61,75 per dolar AS, menjadikannya salah satu mata uang dengan kinerja terburuk di Asia dalam periode konflik terbaru.
Di tengah situasi ini, pemerintah Filipina mulai mempertimbangkan penyesuaian proyeksi ekonomi 2026. Ferdinand Marcos Jr. disebut tengah mengkaji ulang asumsi makro seiring dampak konflik global terhadap harga energi dan pasokan.
Meski sejumlah bantuan telah disalurkan kepada sektor transportasi dan pertanian, Filipina tidak memiliki skema subsidi bahan bakar yang luas seperti beberapa negara lain di Asia Tenggara.
Selain tekanan global, risiko domestik juga meningkat. Fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi mulai pertengahan tahun berpotensi menekan produksi pangan dan memperburuk inflasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







