Perry: SRBI Jadi Penopang Arus Modal Asing ke Indonesia

AKURAT.CO Gubernur BI, Perry Warjiyo mengungkapkan, investor asing masih menarik dana dari pasar saham Indonesia sepanjang awal 2026.
Namun, di tengah tekanan itu, Bank Indonesia (BI) mencatat lonjakan aliran modal masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hingga Rp105,16 triliun secara year to date sampai Mei 2026.
Perry mengatakan, arus modal asing keluar terbesar terjadi pada pasar saham dan surat berharga negara (SBN) selama kuartal I-2026. Outflow di pasar saham mencapai Rp26,06 triliun, sedangkan SBN mencatat outflow Rp25,10 triliun.
Baca Juga: Bank Indonesia Siapkan Tujuh Langkah untuk Perkuat Rupiah
Sebaliknya, instrumen SRBI justru menjadi penopang utama arus modal asing dengan inflow Rp29,85 triliun pada kuartal I-2026.
“Kenapa kami perlu naikkan suku bunga SRBI agar inflow,” kata Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Tidak hanya itu saja, BI juga mencatat tekanan di pasar saham belum sepenuhnya mereda setelah kuartal I-2026 berakhir. Pada April 2026, pasar saham masih mengalami outflow Rp12,49 triliun.
Meski demikian, pada Mei 2026 mulai terjadi pembalikan arah dengan inflow Rp10,91 triliun. Namun secara akumulatif sejak awal tahun, pasar saham masih mencatat net outflow Rp27,64 triliun.
Sementara itu, pasar SBN mulai menunjukkan pemulihan lebih cepat. Setelah mengalami outflow besar pada kuartal I, investor asing kembali masuk ke pasar obligasi pemerintah sebesar Rp13,36 triliun pada April dan Rp1,54 triliun pada Mei 2026.
Dengan perkembangan tersebut, total net outflow SBN sejak awal tahun menyusut menjadi Rp10,19 triliun.
Baca Juga: Tegur Bos BI, Misbakhun Contohkan Keberhasilan Habibie Balikkan Rupiah ke Rp6.000 Saat Krismon
Di sisi lain, SRBI justru terus menjadi magnet dana asing. Instrumen tersebut mencatat inflow Rp48,26 triliun pada April dan bertambah Rp27,05 triliun pada Mei 2026. Total dana asing yang masuk ke SRBI sejak Januari hingga Mei 2026 mencapai Rp105,16 triliun.
Secara keseluruhan, total aliran modal asing portofolio Indonesia pada tahun berjalan berubah menjadi net inflow Rp67,33 triliun. Padahal, sepanjang kuartal I-2026 Indonesia masih mencatat net outflow Rp21,30 triliun.
Perubahan itu terjadi setelah masuknya dana asing sebesar Rp49,14 triliun pada April dan Rp39,50 triliun pada Mei 2026.
Perry menjelaskan, peningkatan imbal hasil SRBI dilakukan untuk menjaga daya tarik aset rupiah di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya tensi geopolitik internasional.
Menurut BI, masuknya dana asing ke SRBI membantu menambah pasokan valuta asing di pasar domestik sehingga dapat menopang stabilitas rupiah.
“Kenapa kami meningkatkan SRBI supaya net inflow Rp67,3 triliun, itu menambah pasokan valas di dalam negeri,” ujar Perry.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









