Bea Masuk Naik 9,7 Persen Didorong Lonjakan Impor Bahan Baku

AKURAT.CO Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp123,8 triliun hingga 31 Mei 2026 atau setara 36,8% dari target APBN 2026 sebesar Rp336 triliun.
Di balik kenaikan penerimaan yang tumbuh 0,7% secara tahunan, terdapat sinyal menarik dari sektor industri yakni meningkatnya impor bahan baku yang mendorong penerimaan bea masuk tumbuh hampir dua digit.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama mengatakan, realisasi penerimaan hingga akhir Mei menunjukkan perbaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hingga 31 Mei 2026, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp123,8 triliun atau sekitar 36,8% dari target APBN tahun anggaran 2026 sebesar Rp336 triliun. Pertumbuhan kumulatif sampai dengan Mei 2026 sebesar 0,7% dibandingkan periode sebelumnya.
"Hal ini menunjukkan adanya sinyal pemulihan kinerja penerimaan," kata Djaka dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (15/6/2026).
Data DJBC menunjukkan penerimaan bea masuk mencapai Rp21,5 triliun hingga Mei 2026 atau meningkat 9,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi dibandingkan komponen penerimaan lainnya.
Menurut Djaka, kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas impor bahan baku dan bahan penolong yang digunakan industri dalam negeri.
"Kinerja bea masuk didorong oleh meningkatnya impor bahan baku dan bahan penolong yang tumbuh sekitar 10,67 persen," ujarnya.
Sementara itu, penerimaan cukai masih menjadi penyumbang terbesar bagi kas negara dari sektor kepabeanan dan cukai. Hingga Mei 2026, penerimaan cukai tercatat Rp90,4 triliun atau tumbuh 0,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Djaka menjelaskan pertumbuhan tersebut ditopang meningkatnya produksi hasil tembakau sepanjang triwulan pertama 2026 sehingga mampu menjaga stabilitas penerimaan negara.
Di sisi lain, penerimaan bea keluar mencapai Rp11,9 triliun. Meski masih mengalami kontraksi sebesar 8,9% secara tahunan, DJBC melihat adanya perbaikan dalam beberapa bulan terakhir seiring kenaikan harga komoditas ekspor.
"Penguatan harga crude palm oil atau CPO pada periode Maret hingga Mei 2026 mulai memberikan dampak positif terhadap penerimaan bea keluar," kata Djaka.
Perkembangan tersebut menjadi penting karena penerimaan kepabeanan dan cukai merupakan salah satu komponen utama pendapatan negara yang berkaitan langsung dengan aktivitas perdagangan internasional dan kondisi sektor riil.
Kenaikan bea masuk yang didorong impor bahan baku menunjukkan bahwa sebagian industri masih melakukan ekspansi produksi meski perekonomian global dan domestik menghadapi berbagai tantangan.
Dengan capaian 36,8% dari target tahunan dalam lima bulan pertama 2026, pemerintah berharap tren perbaikan penerimaan dapat berlanjut pada semester kedua.
DJBC menilai penguatan aktivitas industri, stabilnya penerimaan cukai, serta perbaikan harga komoditas ekspor akan menjadi faktor penting untuk menjaga momentum penerimaan negara hingga akhir tahun.
"Secara keseluruhan kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai hingga Mei 2026 menunjukkan tren yang semakin membaik dan memberikan indikasi positif terhadap pencapaian target penerimaan di akhir tahun," ujar Djaka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










