DIwarnai Sentimen Beragam, Rupiah Melemah ke Rp17.725

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Selasa (16/6/2026) meski indeks dolar Amerika Serikat (AS) bergerak turun di pasar global.
Rupiah ditutup di level Rp17.725 per USD atau melemah 19 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.708 per USD.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah terjadi di tengah dua sentimen besar yang saling bertolak belakang.
Baca Juga: Kurs Dolar ke Rupiah Hari Ini 16 Juni 2026: Rupiah Menguat!
Dari eksternal, dolar AS kehilangan tenaga setelah muncul kesepakatan awal antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri konflik yang selama ini mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.
"Kabar kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz membuat kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga energi berkurang. Kondisi ini menekan dolar AS dan mendorong sentimen risiko di pasar global," kata Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).
Meredanya ketegangan geopolitik tersebut langsung tercermin pada pasar komoditas. Harga minyak mentah Brent tercatat turun ke level terendah dalam tiga bulan terakhir pada perdagangan Senin.
Penurunan harga energi dinilai dapat membantu meredakan tekanan inflasi global sehingga meningkatkan optimisme pelaku pasar.
Meski demikian, sentimen positif dari luar negeri belum mampu menopang rupiah. Pasar justru lebih fokus pada risiko domestik yang berpotensi memukul sektor ekspor Indonesia.
Ancaman terbaru datang dari rencana pemerintah AS untuk menerapkan tarif impor tambahan terhadap sejumlah produk Indonesia. Kebijakan tersebut akan diberlakukan secara bertahap mulai 24 Juli 2026 melalui mekanisme Pasal 301 Trade Act 1974.
Sebelumnya, Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) telah menetapkan forced labor tariff sebesar 10% terhadap Indonesia dan lima negara lainnya.
Pemerintah Indonesia memperkirakan tarif terhadap sejumlah produk nasional berpotensi meningkat hingga 18% setelah investigasi terkait kapasitas produksi berlebih atau excess capacity selesai dilakukan.
Tekanan ini dinilai signifikan mengingat posisi AS sebagai pasar strategis bagi Indonesia. Berdasarkan data pemerintah, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Amerika Serikat pada Januari-Juni 2025 mencapai USD14,79 miliar atau setara 11,52% dari total ekspor nonmigas nasional.
Produk ekspor yang paling berisiko terdampak berasal dari sektor manufaktur, mulai dari mesin dan peralatan listrik, alas kaki, pakaian jadi hingga berbagai aksesori.
Jika tarif tambahan benar-benar diterapkan, daya saing produk Indonesia di pasar AS berpotensi menurun dan dapat memengaruhi utilisasi industri, investasi, serta penyerapan tenaga kerja.
Di saat yang sama, pelaku pasar global juga menunggu hasil rapat sejumlah bank sentral utama dunia.
Bank Sentral Jepang (BOJ) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1%, level tertinggi dalam 31 tahun terakhir. Sementara Bank Sentral Australia mempertahankan suku bunga di level 4,35%.
Fokus berikutnya tertuju pada keputusan Federal Reserve dan Bank of England yang akan diumumkan pekan ini.
Investor juga menanti arah kebijakan moneter AS melalui pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh, terutama terkait prospek penurunan suku bunga yang kini semakin terbatas akibat tekanan inflasi yang masih bertahan.
Untuk perdagangan Rabu (17/6/2026), Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berlangsung fluktuatif. Namun mata uang Garuda diproyeksikan berpeluang menguat terbatas dalam rentang Rp17.690 hingga Rp17.728 per USD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 2Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 3Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di HP dan Laptop Lewat Link Resmi
- 4Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan: Analisis Lengkap, Head to Head, dan Susunan Pemain
- 5Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 6Menkeu Purbaya Tidak Diganti, Rupiah dan IHSG Kompak Meroket
- 7Prediksi Skor Senegal vs Arab Saudi 10 Juni 2026, lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 8Cara Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di TVRI dan HP via Aplikasi Streaming
- 9Open House Sekolah Rakyat, Mensos Beri Gambaran Utuh Proses Pendidikan bagi Calon Siswa dan Orang Tua
- 10Lewat Kebijakan Strategis, Pemerintah Terus Perkuat Kepercayaan Pasar








