Akurat Logo

Sinergi Erat BI-Pemerintah Bikin Rupiah Terus Menguat

Esha Tri Wahyuni | 18 Juni 2026, 16:54 WIB
Sinergi Erat BI-Pemerintah Bikin Rupiah Terus Menguat
Rupiah terus menguat terhadap dolar AS

AKURAT.CO Rupiah menunjukkan tren pemulihan setelah sempat tertekan hingga menyentuh level Rp18.200 per USD pada awal Juni 2026. Per 17 Juni 2026, nilai tukar rupiah tercatat berada di level Rp17.730 per USD atau menguat 0,76% dibandingkan posisi akhir Mei 2026.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, penguatan tersebut menjadi bukti bahwa koordinasi erat antara otoritas moneter dan pemerintah mulai memberikan dampak positif terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.

"Dengan upaya kita bersama, doa kita, dan sinergitas yang erat dengan BI dan pemerintah serta koordinasi yang erat. Terima kasih Pak Menteri Keuangan. Alhamdulillah membuktikan nilai tukar rupiah menguat dan kita yakin ke depan semakin kuat," kata Perry dalam konferensi pers RDG BI secara daring, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Rupiah Menguat 0,76 Persen DIbanding Posisi Mei 2026, Perry: Didukung Respons Stabilisasi BI

Data BI menunjukkan kurs rupiah pada 17 Juni 2026 berada di level Rp17.730 per USD. Posisi ini menunjukkan pemulihan sekitar 470 poin dibandingkan level terendah Rp18.200 per USD yang sempat terjadi akibat tingginya ketidakpastian global dan meningkatnya kebutuhan valuta asing korporasi.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, BI meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing. Intervensi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. "Intervensi valas dengan jumlah besar," ujar Perry.

Selain intervensi pasar, BI juga mempertahankan daya tarik instrumen keuangan domestik melalui pengelolaan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) pada tenor 6, 9, dan 12 bulan.

Kebijakan tersebut dilakukan agar aliran modal asing tetap masuk ke pasar keuangan Indonesia di tengah ketidakpastian global.

Penguatan rupiah menjadi penting karena dapat membantu menekan tekanan inflasi impor, menjaga stabilitas harga barang berbahan baku impor, serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.

Bagi dunia usaha, stabilitas kurs juga berpotensi mengurangi beban biaya produksi yang bergantung pada mata uang asing.

BI menegaskan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi yang terukur, penguatan instrumen moneter, serta koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah guna memastikan kepercayaan investor dan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.