Akurat Logo

BPS Catat Pola Inflasi Berubah, Transportasi Jadi Kontributor Utama

Andi Syafriadi | 1 Juli 2026, 11:51 WIB
BPS Catat Pola Inflasi Berubah, Transportasi Jadi Kontributor Utama
ilustrasi Transportasi

AKURAT.CO Pola pembentuk inflasi pada Juni 2026 menunjukkan perubahan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Jika sebelumnya tekanan harga lebih banyak berasal dari komoditas pangan, pada Juni 2026 kelompok transportasi justru menjadi kontributor utama inflasi nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan sebesar 0,44% pada Juni 2026. Secara tahunan inflasi mencapai 3,34%, sedangkan inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,79%.

Menurut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kelompok transportasi memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan, yakni 0,28%.

Baca Juga: BPS: Kenaikan Harga Bensin Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Juni

"Kelompok tersebut mengalami inflasi sebesar 2,29% yang terutama dipicu kenaikan harga bensin setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi, meningkatnya tarif angkutan udara selama masa libur sekolah, serta naiknya harga pelumas atau oli mesin," ucapnya di kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Komoditas bensin menjadi penyumbang terbesar dengan andil inflasi sebesar 0,21%. Adapun tarif angkutan udara memberikan andil 0,05% dan pelumas sebesar 0,01%.

Meski demikian, kelompok makanan, minuman, dan tembakau tetap memberikan tekanan terhadap inflasi. Kelompok ini mencatat inflasi sebesar 0,20% dengan andil sebesar 0,06% terhadap inflasi nasional.

BPS mencatat bawang merah menjadi komoditas pangan dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi, yakni sebesar 0,04%. Selanjutnya bawang putih memberikan andil 0,03% dan beras sebesar 0,02%.

Secara keseluruhan, Indeks Harga Konsumen meningkat dari 111,40 pada Mei menjadi 111,89 pada Juni 2026. Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan harga pada Juni tidak hanya berasal dari kebutuhan pokok, tetapi juga dipengaruhi kenaikan biaya mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah.

Baca Juga: Gelar Sensus Ekonomi 2026, BPS Fokus Data Pelaku Usaha hingga Rumah Tangga

Perubahan pola penyumbang inflasi ini menjadi indikator penting dalam memantau dinamika harga pada semester kedua 2026, terutama di tengah penyesuaian harga energi dan meningkatnya aktivitas masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.