Pengawasan Lemah Jadi Penyebab Kebocoran APBN, DPR Minta Penegakan Hukum Diperkuat

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino Kurniawan, menilai, kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan disebabkan minimnya regulasi, melainkan lemahnya penegakan hukum dan sistem pengawasan.
Kondisi tersebut membuat potensi kerugian negara masih terus terjadi.
Menurut Harris, Indonesia sebenarnya telah memiliki perangkat hukum yang memadai untuk mencegah kebocoran anggaran.
Persoalan utamanya terletak pada implementasi aturan yang belum berjalan optimal.
"Regulasi yang dimiliki Indonesia untuk mencegah kebocoran anggaran sebenarnya sudah sangat lengkap," kata Harris, Sabtu (18/7/2026).
Ia menegaskan, pemerintah perlu memfokuskan upaya pada penguatan penegakan hukum dan pengawasan agar berbagai aturan yang sudah ada dapat diterapkan secara konsisten.
"Instrumen hukum di Indonesia sebenarnya sudah sangat lengkap dan mampu mencegah kebocoran anggaran. Persoalannya ada pada penegakan hukum dan pengawasan yang masih perlu diperkuat," ujarnya.
Harris mengungkapkan, Komisi XI DPR baru saja menggelar rapat dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Dalam rapat tersebut terungkap terdapat lebih dari 1.100 hasil audit yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi.
Temuan itu, menurutnya, menunjukkan pentingnya memperkuat peran BPKP sebagai aparat pengawasan intern pemerintah.
Baca Juga: Bukan Pajak, Pengelolaan SDA Dinilai Jadi Sumber Kebocoran Fiskal Terbesar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










