Kenang Sosok Yudhistira ANM Massardi, Pameran Sastra Mengunci Ingatan Dibuka untuk Umum

AKURAT.CO Pameran sastra bertajuk Mengunci Ingatan resmi dibuka di Pusat Dokumen Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Kamis (17/4/2025) malam.
Pameran ini merupakan bentuk penghormatan terhadap karya dan jejak pemikiran mendiang Yudhistira ANM Massardi yang telah wafat pada 2 April 2024 lalu.
Yudhistira ANM Massardi adalah sosok seorang penyair, jurnalis dan pendidik, yang turut mewarnai dinamika kesusasteraan Indonesia.
Dia dikenal sebagai penulis novel Arjuna Mencari Cinta, puisi Biarin, Sajak Sikat Gigi dan Rudi Jalak Gugat.
Baca Juga: The Palace Gelar Pameran Panas Halu, Lebaran Pakai Perhiasan Mulai dari Rp400 Ribu
Kurator pameran, Ariany Isnamurti, yang juga Kepala Pelaksana PDS H.B. Jassin periode 2011-2018, mengungkapkan bahwa pameran ini tidak sekadar mengenang Yudhistira ANM Massardi sebagai sosok suami dan ayah yang penuh kehangatan cinta, serta menjadi ensiklopedi maupun penuntun dalam mengarungi kehidupan.
"Pameran ini lebih bermakna bagi masyarakat luas tentang pentingnya dokumentasi untuk mengapresiasi karya mendiang berupa puisi, cerpen, novel, esai. Serta lukisan yang mencerminkan pemikiran, estetika serta perjalanan intelektual dan kultural seorang Yudhistira," jelasnya.
Dalam pembukaan pameran, turut hadir istri almarhum, Siska, bersama ketiga anaknya Iga, Taya dan Kafka. Serta saudara mendiang, Noorca Massardi dan Adhie Massardi.
Adapun, persiapan pameran dilakukan selama tiga bulan oleh Ariany bersama tim kurator yang terdiri Sihar Ramses Simatupang, Agus Firmansyah dan Aditya Irawan. Dengan dukungan penuh dari keluarga, PDS H.B. Jassin dan Tim Ikarus.
Baca Juga: ASG Expo 2025: Pameran Spektakuler yang Satukan Investasi, Budaya, dan Gaet 25.000 Pengunjung!
Pameran yang menampilkan karya-karya penting Yudhistira ini akan dibuka untuk umum mulai Sabtu (19/4/2025) hingga 8 Mei mendatang.
Karya yang ditampilkan meliputi puisi-puisi yang dipajang di ruang PDS H.B. Jassin Lantai 4 Gedung Ali Sadikin, buku dan cerpen yang pernah dimuat di media massa, serta lukisan-lukisan pribadinya.
Selain itu juga ada ruang khusus yang menyajikan novel Arjuna Mencari Cinta terbitan Jakarta Cypress tahun 1977.
Tak hanya karya, pameran ini juga memuat nukilan biografi dan tulisan para pengamat dan sastrawan seperti H.B. Jassin, Harry Aveling, Goenawan Mohamad, Seno Gumira Ajidarma, Putu Wijaya, Halim HD, Bandung Mawardi, Adri Darmaji Woko hingga Renny Djajoesman.
Pengunjung juga bisa mengikuti perjalanan hidup Yudhistira dari masa kecil di Subang, masa muda di Yogyakarta, perjuangannya di dunia jurnalistik Jakarta hingga pengabdiannya sebagai pendidik di Bekasi.
Baca Juga: Pameran Tunggal 'Semesta Arkiv' Hadirkan Eksplorasi Seni, Teknologi dan Kemanusiaan
"Sosok dan nama Yudhistira ANM Massardi merupakan energi besar dalam sejarah kepenyairan di Indonesia pada tahun 1970-an. Ketika itu, Penyair Muda di Depan Forum gagasan Dewan Kesenian Jakarta memunculkan nama antara lain Adri Darmaji Woko, B. Prijono Soediono, Dami N. Toda, Handrawan Nadesul, Joss Sarhadi, Noorca Marendra (Noorca M. Massardi), Sjafrial Arifin, Sjarifuddin A.Ch dan Yudhistira Ardi Noegraha yang kemudian kita kenal dengan nama Yudhistira ANM Massardi), yang dinobatkan oleh HB Jassin, Saini KM dan Darmanto Yatman," Ariany memaparkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








