Tak Mau Kecolongan, DPRD Minta Pendatang di Jakarta Dibatasi Akses Bansos dan Sekolah Gratis

AKURAT.CO Langkah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) yang tengah merancang Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kependudukan mendapatkan dukungan.
Anggota Komisi A DPRD Jakarta, Dadiyono, menyatakan dukungan penuh. Menurut dia, regulasi ini sangat penting untuk memastikan keakuratan data serta memperketat alur administrasi kependudukan di Ibu Kota.
"Saya setuju, semua aturan kependudukan harus punya dasar hukum yang kuat," ujar Dadiyono di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Salah satu poin krusial yang akan diatur dalam Raperda ini adalah ketentuan masa tinggal minimum sebelum pendatang berhak mengakses bantuan sosial (bansos) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dadiyono menegaskan, syarat tinggal minimal tiga hingga lima tahun harus diberlakukan untuk mencegah penyalahgunaan fasilitas publik.
"Kalau syarat tinggal diperketat, bansos bisa lebih tepat sasaran. Jangan sampai yang baru pindah langsung menikmati fasilitas," tegasnya.
Dadiyono mengungkapkan kekhawatirannya, banyak warga luar Jakarta menggunakan modus "numpang KTP" untuk mendapatkan fasilitas, padahal tidak benar-benar berdomisili di DKI.
Fenomena ini dinilainya akan semakin mengkhawatirkan jika program sekolah gratis, baik negeri maupun swasta, diterapkan tanpa regulasi ketat.
"Kalau sekolah swasta nanti digratiskan juga, makin banyak yang ngaku-ngaku warga Jakarta. Perda ini harus segera ada," tambahnya.
Dengan lahirnya Perda Kependudukan, Dadiyono berharap seluruh program sosial dan layanan publik di Jakarta benar-benar dinikmati oleh mereka yang sah dan menetap di ibu kota.
"Kalau ada Perda, manfaat program Pemprov bisa lebih adil dan tepat sasaran. Kita harus melindungi hak warga Jakarta sesungguhnya," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 7BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








