Proyek Pipa PAM Jaya Ubah Jalan Jadi Harapan

AKURAT.CO Wilayah Jakarta Timur dan Selatan kini menjadi wajah nyata dari kerja besar PAM Jaya.
Jalan-jalan yang biasa ramai kendaraan kini dipenuhi galian tanah, pagar pembatas dan alat-alat berat. Dari Pondok Gede, Jatiwaringin hingga Ciputat Raya dan TB Simatupang, proyek pemasangan pipa air minum PAM Jaya dikerjakan untuk mengejar pemerataan layanan air bersih.
Di Jalan Jatiwaringin, tepat dekat pintu keluar Tol Pondok Gede, suara mesin bor bercampur dengan keluhan pengendara yang harus melambat karena jalan menyempit.
Baca Juga: Ketua Dewas PAM Jaya Sindir PSI: Francine Tidak Paham, IPO Air Bersih Justru demi Warga Jakarta
Namun di balik kerut dahi sopir angkot dan pengendara motor, ada harapan yang tumbuh.
"Kalau nanti air PAM bisa lancar sampai ke rumah, kami rela macet sebentar," ujar Siti Maryam (42), warga Pondok Gede yang saban hari harus membeli air galon untuk keluarganya.
Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, mengatakan, pihaknya mencatat dari 43 titik galian pipa di Jatiwaringin hingga Pondok Gede Raya. Sebanyak 29 titik telah rampung, sementara 14 titik lainnya masih dalam proses penyambungan, pengujian tekanan maupun pembukaan kembali setelah tertunda teknis.
Baca Juga: PSI Tolak PAM Jaya Jadi Perseroda: Fokus Selesaikan PR, Bukan Buru-buru IPO
Empat titik dikerjakan di area taman sehingga tidak mengganggu lalu lintas, sementara dua titik dipersempit area proyeknya agar kendaraan tetap bisa melintas.
Tak hanya di Timur, wajah serupa tampak di Selatan. Jalan Ciputat Raya, Jalan RA Kartini hingga Deplu Raya kini bergantian digali.
Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Pesanggrahan ditargetkan selesai Desember 2025. Sedangkan di Kebagusan, pekerjaan pipa untuk Rusun Tanjung Barat tahap dua berlangsung sejak Agustus lalu hingga Oktober mendatang.
Baca Juga: Air Bersih Pam Jaya Mengalir, Warga Kampung Sawah Rasakan Kemerdekaan Setelah 25 Tahun
"Kami memahami bahwa pekerjaan berdampak pada kepadatan lalu lintas. Tapi ini untuk pemerataan layanan air minum yang aman dan berkualitas. Mohon dukungan dan kesabaran masyarakat," jelasnya, melalui keterangan yang diterima, Minggu (24/8/2025).
Arief menegaskan galian yang tampak terbuka bukan berarti mangkrak. Sebagian besar proses dilakukan dengan metode microtunnelling, pengeboran bawah tanah sehingga aktivitas tidak terlihat di permukaan.
Sementara itu, bagi pengendara ojek online seperti Rudi (33) yang saban hari melintas Jalan TB Simatupang, jalur alternatif kini jadi pilihan.
Baca Juga: Pam Jaya Tancap Gas, 95 Ribu Sambungan Baru Terpasang Sejak 2023
"Ya macet parah, tapi kalau air di rumah orang-orang jadi lebih bagus, kita juga senang. Yang penting jangan lama-lama galiannya," katanya.
Proyek yang dikebut PAM Jaya hingga September–Desember 2025 ini diharapkan menjadi jawaban atas persoalan klasik yaitu air bersih yang adil dan merata. Di balik jalan yang tersendat, Jakarta sedang menggali masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







