Pemprov Jakarta Diminta Evaluasi Fasilitas Gratis TransJakarta bagi ASN

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta harus terus mengevaluasi efektivitas subsidi layanan transportasi publik, agar subsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak membebani keuangan daerah.
Salah satunya, fasilitas gratis bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pengguna bus TransJakarta yamg disarankan bersifat sementara. Sebab, ASN merupakan kelompok yang secara ekonomi relatif mampu sehingga tidak perlu menikmati subsidi permanen.
"Sebenarnya tidak perlu. ASN itu kan secara ekonomi sudah mampu. Kecuali untuk uji coba atau program tertentu, boleh saja. Tapi jangan terus-menerus," kata Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, saat dihubungi, dikutip Kamis (7/11/2025).
Baca Juga: Pemprov Jakarta Diimbau Terapkan Subsidi Lintas Daerah untuk Tarif Transjakarta
Dia menilai, kebijakan ASN mendapat fasilitas gratis TransJakarta setiap hari Rabu masih dalam batas wajar, elama bersifat terbatas dan bertujuan uji coba. Namun, bila diterapkan secara berkelanjutan, hal itu justru berpotensi menambah beban keuangan daerah dan menimbulkan ketidakadilan sosial.
"Kalau cuma sementara dan terbatas, nggak masalah. Tapi kalau diberlakukan terus, ya bisa bikin berat keuangan juga," imbuhnya.
Baca Juga: Subsidi Tarif Transjakarta Terlalu Besar, Pengamat: Jangan Sampai Beban APBD Makin Berat
Dia menegaskan, subsidi sebaiknya difokuskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti pelajar, pekerja berpenghasilan rendah, dan kelompok rentan lainnya.
"Subsidi untuk ASN cukup sampai masa uji coba saja. Jangan permanen. Kalau dibiarkan terus, lama-lama bisa bikin rugi dan tidak adil bagi masyarakat lain," katanya.
Sejalan dengan pandangan itu, Pemprov Jakarta disebut tengah meninjau kembali berbagai skema subsidi transportasi agar kebijakan yang dijalankan selaras dengan prinsip keadilan sosial dan efisiensi anggaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






