Rayakan Imlek hingga Idul Fitri, Jakarta Akan Disulap Jadi Pusat Festival

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menyiapkan rangkaian perayaan Imlek hingga Cap Go Meh yang akan digelar di sejumlah titik strategis Jakarta. Berbagai kegiatan budaya akan meramaikan Jakarta, dari akhir Februari hingga awal Maret 2026.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan puncak kegiatan menyambut Imlek rencananya akan digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada 28 Februari 2026. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama antara Pemerintah Pusat dan Pemprov Jakarta.
"Secara khusus untuk beberapa kegiatan menyambut Imlek, rencananya dan ini mudah-mudahan sudah final, bekerja sama dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Jakarta akan diadakan di Lapangan Banteng pada 28 Februari," kata Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga: Ekonomi Jakarta 2025 Tumbuh 5,21 Persen, Lampaui Rata-rata Nasional
Selain itu, Pemprov Jakarta juga menyiapkan berbagai atraksi budaya di sepanjang kawasan Sudirman-Thamrin. Kawasan utama Jakarta itu akan diisi dengan pertunjukan barongsai hingga festival cahaya, yang menyuguhkan nuansa meriah dan penuh warna.
"Di sepanjang Sudirman–Thamrin nanti ada beberapa kegiatan barongsai, light festival. Pasti colorful karena nanti di Bundaran HI shio kuda gede banget," ujarnya.
Sementara itu, perayaan Cap Go Meh dijadwalkan berlangsung pada 3 Maret 2026 di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Kawasan pecinan tersebut kembali menjadi pusat perayaan budaya Tionghoa, yang setiap tahun menarik perhatian warga dan wisatawan.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Gandeng PLN Hadirkan Kelistrikan Andal dan Berkelanjutan di Kepulauan Seribu
Pramono juga menegaskan, Jakarta akan kembali berubah wajah saat memasuki bulan Ramadan hingga Idul Fitri. Rangkaian kegiatan Ramadan akan berlangsung lebih panjang, dan digelar secara semarak di berbagai wilayah.
"Jakarta total akan berubah wajah menyambut Ramadan. Untuk Ramadan periodenya lebih panjang sampai Idul Fitri, tentu kegiatan yang akan diadakan di Jakarta lebih semarak," jelasnya.
Menurutnya, seluruh rangkaian perayaan hari besar keagamaan tersebut menunjukkan komitmen Jakarta sebagai kota yang terbuka dan inklusif bagi semua kalangan. "Jakarta itu aman, nyaman, colorful, dan meriah untuk siapa saja dalam menyambut hari-hari besar keagamaan yang dimiliki," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





