Dua Transjakarta Adu Banteng di Jalan Layang Cipulir, Pengawasan Digital Harus Diperkuat

AKURAT.CO Dua armada bus Transjakarta terlibat kecelakaan di Koridor 13 ruas Swadarma arah Cipulir, Jakarta Selatan, Senin (23/2/2026) pagi. Kepolisian menyebut insiden terjadi karena salah satu pengemudi tertidur saat mengemudi.
Atas insiden ini, Anggota Komisi B DPRD Jakarta, Pandapotan Sinaga, mendesak sistem pengawasan digital terhadap pramudi PT Transportasi Jakarta harus diperkuat.
Pada Desember 2025, Komisi B telah meninjau langsung sistem pengawasan di Command Center Transjakarta. Dari hasil peninjauan itu, jumlah personel pengawas belum sebanding dengan jumlah armada yang beroperasi setiap hari.
Baca Juga: Dua Transjakarta Adu Banteng di Jalur Layang Cipulir, Proses Investigasi Masih Berlangsung
"Kami sudah melihat langsung di Command Center. Saat itu sekitar 20 orang mengawasi kurang lebih 5.000 armada. Kondisi tersebut tidak seimbang," kata Pandapotan.
Menurut dia, ketimpangan ini berpotensi membuka celah pengawasan. Dia juga mendorong optimalisasi teknologi, agar seluruh pergerakan armada dapat terpantau secara menyeluruh dan real time, guna menekan risiko kecelakaan.
"Pengembangan teknologi penting untuk memastikan semua armada terpantau dengan baik. Jangan sampai ada celah pengawasan," jelasnya.
Baca Juga: Pramono Minta Maaf Soal Insiden Tunanetra Jatuh ke Got, Bakal Tegur Direksi Transjakarta
Selain memperkuat sistem di internal Transjakarta, dia juga meminta operator pihak ketiga yang bekerja sama turut meningkatkan sistem pengawasan armada masing-masing. Dia menegaskan tanggung jawab pengawasan tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada Transjakarta.
"Ke depan, pengawasan tidak bisa dibebankan seluruhnya kepada Transjakarta. Operator pihak ketiga juga harus memiliki sistem pengawasan yang terintegrasi," katanya.
Sinergi antara Transjakarta dan para operator menjadi kunci untuk menekan potensi kesalahan manusia di lapangan, termasuk faktor kelelahan pramudi. "Harus ada kerja sama dan sinergi. Dengan pengawasan yang kuat, aktivitas pramudi dapat terpantau dan risiko kesalahan bisa ditekan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








