Akurat Logo

Penyebab Tabrakan KRL–KA Jarak Jauh di Bekasi Timur: Diduga Berawal dari Taksi Mogok di Perlintasan Kereta

Ayu Rachmaningtyas | 27 April 2026, 22:31 WIB
Penyebab Tabrakan KRL–KA Jarak Jauh di Bekasi Timur: Diduga Berawal dari Taksi Mogok di Perlintasan Kereta
Taksi mogok diperlintasan kereta. Diduga, ini menjadi penyebab terjadinya kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.52 WIB.

AKURAT.CO Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.52 WIB.

Insiden ini diduga bermula saat rangkaian commuter line (KRL) terpaksa berhenti akibat adanya kendaraan mogok di perlintasan rel.

Dalam kondisi tersebut, kereta disebut sempat bergerak sebelum akhirnya ditabrak dari belakang oleh kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi yang melaju di jalur yang sama.

Benturan keras tak terhindarkan dan menyebabkan bagian belakang rangkaian mengalami kerusakan cukup parah.

Sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka-luka, dengan perkiraan korban lebih dari 10 orang.

Selain itu, terdapat dugaan korban jiwa, meski jumlah pastinya masih dalam proses pendataan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta dalam keterangan resminya menyebutkan, peristiwa terjadi di emplasemen

Stasiun Bekasi Timur KM 28+920, ketika commuter line tertemper oleh KA Argo Bromo Anggrek. Insiden ini berdampak pada terganggunya perjalanan kereta api di lintas tersebut.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: KRL Ditabrak KA Argo Bromo Anggrek, Gerbong Perempuan Ringsek!

Petugas gabungan dari PT KAI, kepolisian, dan pihak terkait langsung bergerak melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

Proses penyelamatan difokuskan pada penumpang yang terluka serta mereka yang sempat terjepit di dalam gerbong.

Untuk mendukung penanganan, aliran listrik aliran atas (LAA) di lintas Cibitung–Bekasi Timur sementara dinonaktifkan.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas gangguan yang terjadi.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujarnya.

Di sisi lain, informasi yang beredar di media sosial turut menyoroti kejadian tersebut.

Sejumlah unggahan menyebutkan bahwa sebelum tabrakan, kereta sempat terlibat insiden dengan kendaraan di perlintasan, yang kemudian memicu berhentinya rangkaian.

Namun, informasi tersebut masih belum terverifikasi secara resmi.

Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian serta jumlah korban masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Baca Juga: Dilantik Jadi Wamenko Pangan, Hanif Faisol Fokus Realisasikan Program Unggulan Presiden Prabowo

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.