Akurat Logo

Pencegahan Tawuran Tak Bisa Hanya Andalkan Polisi, Sinergi Wilayah Harus Diperkuat

Okto Rizki Alpino | 28 Juli 2026, 21:18 WIB
Pencegahan Tawuran Tak Bisa Hanya Andalkan Polisi, Sinergi Wilayah Harus Diperkuat
Ilustrasi tawuran warga.

AKURAT.CO Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Inggard Joshua, meminta seluruh unsur pemerintahan di tingkat wilayah bersama aparat keamanan memperkuat sinergi untuk mencegah terulangnya aksi tawuran, seperti yang terjadi di kawasan Matraman, Jakarta Pusat.

Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci agar potensi konflik dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi aksi kekerasan.

Inggard menegaskan, upaya pencegahan tawuran tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian.

Pengurus RT/RW, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Bhabinkamtibmas, Babinsa, lurah, hingga camat harus bekerja secara terpadu memantau situasi di lingkungan masing-masing.

"Semua unsur itu harus disinergikan. Jangan sampai kejadian seperti ini kembali kecolongan," kata Inggard di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurut politikus Partai Gerindra itu, setiap indikasi yang berpotensi memicu bentrokan seharusnya sudah dapat terdeteksi sejak dini melalui koordinasi antaraparat dan perangkat kewilayahan.

"Jangan sampai ada semacam asap dibiarkan. Harusnya ini sudah terdeteksi," ujarnya.

Inggard juga menyoroti maraknya aksi balas dendam yang kerap terjadi meski bentrokan telah dibubarkan.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih intensif pascakonflik, disertai penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku, terutama yang membawa senjata tajam.

"Bahkan sudah dilerai pun masih terjadi pembalasan dendam, bawa pakai alat-alat sajam. Maka perangkat-perangkat hukum harus bertindak tegas terhadap hal-hal tersebut," tegasnya.

Baca Juga: Bertajuk THE CONTINUUM, SAE Indonesia Pamerkan 25 Karya dari 48 Talenta Kreatif Muda

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.